Minggu, 5 April 2026

DLH Palu Dituding Belum Massifkan Sosialisasi dan Edukasi Pemilahan Sampah

Fadli (kiri) bersama Anggota DPRD Palu, Muslimun/ foto: Hamdi Anwar/PaluEkspres

Menurutnya jika pemilahan sampah ini berjalan baik di tengah masyarakat, bukan tidak mungkin sampah hasil pilihan tersebut bisa mendatangkan manfaat secara ekonomis bagi masyarakat yang melakukannya. Hasil pilihan sampah plastik bisa dikelola melalui program bank sampah.

Dia mengatakan saat ini tengah mengembangkan pengelolaan sampah berbahan plastik untuk diolah menjadi solar, gemuk pelumas hingga paving lantai.

“Terus terang saja, stok sampah plastik yang kami kelolah ini terbatas. Ini sebenarnya peluang bagi masyarakat yang perlu diterjemahkan baik oleh pihak DLH,”sarannya.

Menurutnya, pengelolaan sampah plastik dengan metode yang ia laksanakan jauh lebih bermanfaat dari sekadar daur ulang sampah plastik menjadi souvenir dan semacamnya. Karena daur ulang plastik menjadi souvenir lambat laun juga akan kembali menjadi sampah.

“Ini sebenarnya kesempatan bagi Pemerintah Kota Palu melakukan pengelolaan sampah secara komprehensif,”katanya.

Diapun berharap Pemkot Palu melalui DLH juga mengefektifkan pelaksanaan Peraturan Wali Kota Palu nomor 40 tahun 2021 tentang pembatasan penggunaan kantong plastik dan styrofoam.

“Ini juga kita sudah tidak tahu lagi apa yang dilakukan Pemkot setelah Perwali itu diterbitkan,”pungkasnya. (mdi/PaluEkspres)