“Ini baru kasus yang terlapor atau diketahui oleh paralegal inklusi,” ungkap Agus.
Nah, untuk memperkuat peran komunitas dan penerimaan di level masyarakat, pihaknya melakukan diskusi yang dikemas dalam bentuk media gathering, mengangkat isu yang umum di masyarakat.
” Isu yang bisa diangkat yaitu terkait perlindungan, anti diskriminatif dan kekerasan berbasis gender. Hal ini sebagai strategi karena tidak semua pihak punya penerimaan yang sama atas isu komunitas. Perlu pengantar agar masyarakat mengetahui setiap orang punya hak sama dan sebagai kelompok rentan memiliki risiko apa saja,” ujar Agus.
“Peran media dalam memuat pemberitaan juga sangat penting,” tambahnya. (bid/paluekspres)
Gema Lentera Peduli Tadulako Gelar Media Gathering, Membangun Pemahaman Perspektif Gender






