Warga setempat pun kata dia, telah berupaya melakukan perbaikan secara swadaya, bahkan untuk mengantisiapsi luapan banjir mereka menggunakan ratusan karung berisikan pasir juga tidak mampu membendung derasnya debit air.
Menurutnya, warga setempat saat ini berkeinginan adanya pembangunan bronjong sepanjang kurang lebih 75 meter. Karena, apabila tidak dilakukan antisipasi seperti itu akan rawan, dan bisa saja luapan air mengancam areal persawahan dan pemukiman warga.
“Apabila tidak ada bronjong, tanggulnya itu akan jebol juga. Saya sebagai wakil rakyat sangat prihatin, olehnya dinas terkait dapat membantu untuk mengatasi persoalan ini,” harapnya.
Desa yang paling terdampak selama ini tambahnya, adalah desa Balinggi jati, dan desa Suli yang saat ini jembatanya sedang jebol akibat hantaman banjir di wilayah itu.(asw/PaluEkspres)






