Sabtu, 4 April 2026

Menunggu Keikhlasan Legislatif Untuk Pembangunan Masjid Raya

Lahan Masjid Agung yang terbengkalai menunggu pembangunan kembali/ foto: H Sofyan Farid Lembah/ PaluEkspres

Umat Islam sangat bersyukur dan memanfaatkan Masjid Agung bukan hanya sebagai masjid tapi juga di lantai dasar dimanfaatkan sebagai tempat resepsi pernikahan juga perkantoran berbagai organisasi Islam seperti BKPRMI Provinsi bahkan Perguruan Silat Prana Sakti menjadikan sebagai sarana pelatihan dan pembinaan anggotanya.
Almarhum Hamzah Tiku rutin memimpin pelatihan disana.

Masjid Agung kini tinggal kenangan. Saya yakin, pada tahun ini Gubernur dan Anggota dewan terhormat pasti sudah mempunyai rencana antisipasi. Kan kita provinsi nomor 2 di Indonesia dalam hal investasi.

Dalam syukuran kepengurusan Dewan Masjid Indonesia (DMI) Provinsi Sulteng, saya menyampaikan agar DMI bisa mendorong pemerintah segera menyelesaikan persoalan ini.

Kalau perlu kita meminta pemerintah serahkan pembangunannya kepada DMI. Biarlah Umat Islam sendiri yang menyelesaikan. Kita malu. Bayangkan Provinsi ini tanpa ikon Masjid Raya. Di sini ada Ponpes terbesar di Indonesia Timur. Saya yakin kekuatan ummat Islam sanggup mewujudkan pembangunannya.

Saya khawatir anak cucu kita bakal menghujat, bahwa kita hanya pintar membongkar rumah Allah. Tapi kita lalai membangunnya kembali apalagi cerdas memakmurkan masjid.

Saat ini saya pikir kita menunggu dulu belas kasih tindak lanjut penganggaran pemerintah. Di BAPPEDA dan Dinas Cipta Karya saya sudah mendengar beberapa waktu lalu mereka sudah lakukan studi banding dan bersiap lakukan lelang. Hanya saja dalam RAPBD, anggaran untuk itu kosong. Lenyap.

Di Subuh hari ini, doa kupanjatkan agar Allah SWT tidak mencabut keberkahannya atas Negeri ini. Semoga hidayah ditanamkan pada para pengambil kebijakan. Yaa Allah Yang Maha Pengasih, jangan jadikan kami sebagai umat yang suka membongkar rumah Mu, tapi tak punya hati membangunnya kembali. *** (Palu 30 Januari 2022)

(Penulis adalah Kepala Perwakilan Ombudsman RI di Sulteng)