Minggu, 5 April 2026

Kecamatan Balinggi dan Parigi Selatan Jadi Contoh Penerapan Program IP 400. Ini Tujuannya

Seorang petani di Parimo melakukan penyemprotan di lahan sawahnya/ foto: Aswadin/ PaluEkspres

Ia menegaskan, perlu kerja sama lintas instansi untuk mendukung program tersebut, salah satunya penyediaan irigasi agar air mengalir secara konsisten. Sebab, salah satu syarat program itu, adalah ketersediaan air.

Selanjutnya kata dia, 500 hektare target luas lahan dimanfaatkan di Parigi Selatan pada pola tanam IP 400 dibutuhkan dukungan alat dan mesin pertanian (Alsintan), dimana Kelompok tani di wilayah itu membutuhkan kurang lebih 24 unit Alsintan untuk memaksimalkan penggarapan lahan sawah.

“Rata-rata empat siklus panen per hektare, paling rendah petani mengahasilkan 3,5 ton gabah kering.” ungkapnya.

Ia menambahkan, dengan hitungan rata-rata seperti itu, petani bisa memproduksi gabah kering panen kurang lebih 7.000 ton per tahun dilahan seluas 500 hektare dibandingkan panen dengan siklus tanam normal. (asw/PaluEkspres)