Minggu, 30 Agustus 2026
Opini  

Belajar dari Umar Bin Abdul Aziz

Tasrief Siara

Oleh: Tasrief Siara

SEBELUM memasuki fase kerajaan seperti yang dipimpin oleh Salman bin Abdulazis al- Saud saat ini, terdapat seorang kepala negara bernama Khalifah Umar bin Abdul Aziz.

Masa kepemimpinannya sangat singkat, tapi tercatat sebagai pemimpin Arab yang mampu menciptakan perubahan di segala sudut kehidupan. Resepnya, konsisten menegakkan aturan, sederhana, bisa membedakan kepentingan pribadi dan negara.

Umar bin Abdul Aziz,  adalah  khalifah atau presiden yang memimpin Pemerintahan Islam selama 2,5 tahun, tepatnya 717  sampai  720  tarikh masehi.  Dilantik  pada usia 37 tahun. Usia yang terbilang muda untuk memimpin sebuah negara Islam yang besar ketika  itu. Pada usia 40 tahun beliau wafat.

Tercatat dalam sejarah sebagai pemimpin yang sangat kharismatik, bijaksana dan dekat dengan rakyatnya. Sepak terjangnya mampu membuat seluruh wilayah kekuasaan Dinasti Umayyah, negara yang dipimpinnya mencapai kejayaan dan kemakmuran.

Ia sosok yang melegenda karena kesederhanaan dan  konsistensi kepemimpinan.
Apa resep beliau hingga bisa mencapai masa kejayaan dan kemakmuran buat rakyatnya? Bisa membedakan mana kepentingan pribadi dan mana kepentingan publik. Reputasi Umar bin Abdul Azis sangat  mengispirasi karena melakukan hal yang sangat sederhana namun memberi efek besar.

Hal yang sangat sederhana itu ia tunjukkan, ketika suat saat,  malam menjelang, Umar bin Abdul Azis merampungkan tugas-tugas di ruang kerjanya, tiba-tiba putranya masuk. Sang khalifah kelima ini bertanya, “untuk kepentingan apa ananda keruang ini, apakah urusan negara atau keluarga? Sang ananda menjawab, “urusan keluarga ayahanda.”
Seketika Umar bin Abdul Azis mematikan lampu penerang yang ada diatas mejanya.

Suasana menjadi gelap. “Kenapa ayahanda mematikan lampu itu?” Begitu pertanyaan putranya dengan penuh rasa selidik. Sang khalifah menjelaskan, “ananda perlu tau, lampu dan minyak yang ayah gunakan ini  dibeli dari uang negara, sementara yang akan kita bicarakan ini adalah urusan keluarga”.

Begitu urai Umar pada putra tersayangnya.
Ketika itu Umar bin Abdul Aziz  meminta pada seorang staf  untuk mengambil lampu pribadi miliknya yang disimpan diruang belakang kantornya.

“Nah, ananda, sekarang lampu yang kita nyalakan ini adalah milik keluraga kita, minyak yang digunakan juga dari uang kita. Silahkan anakda memulai pembicaraan dengan ayahanda”.  Begitu kata pembuka beliau memulai pembicaraan dengan putranya.

Konsistensi kesederhanaan itu juga ditujukan pada istri beliau. Namanya Fatimah bekas anak seorang pejabat, punya banyak perhiasan warisan dari orang tuanya. Ketika Umar dilantik sebagai khalifah, beliau bilang kepada istrinya,
“Pilihlah olehmu, kau kembalikan harta perhiasan itu ke kas negara atau  baitul maal, atau kau izinkan aku meninggalkanmu untuk selamanya”. Dengan enteng Ibu Negara itu bilang, “Saya lebih memilih engkau daripada harta dan perhiasan ini, bahkan jika lebih dari itupun aku tetap memilih engkau”.

Setelah “bersih-bersih” pada internal keluarga, giliran pejabat publik yang juga dibersihkan. Ketika itu Amirul Mukminin Umar bin Abdul Aziz mengumpulkan seluruh pejabat negara. Beliau meminta kekayaan yang diperoleh selama menjadi pejabat segera dikembalikan ke kas baitul maal. Kebijakan ini ditantang oleh sejumlah pejabat,  namun Umar tak hirau.

Tanpa ragu ia menyita harta para pejabat untuk setor ke kas negara. Di bidang fiskal, Umar Bin Abdul Aiz  juga memangkas pajak dari penduduk  yang beragama Kristen dan Yahudi.

Tak cuma itu, ia juga menghentikan pungutan pajak dari mualaf. Keputusannya itu membuat Umar dicintai oleh semua golongan. Ketika itu tak ada pejabat negara yang berani korupsi. Kekayaan negara tak lagi berputar ditangan satu dua orang, merata dinikmati seluruh warga. Orang miskin diuntungkan karena adanya kemudahan akses untuk mendapat bantuan modal ke Baitul Maal.

Prinsip transparansi dan akuntabilitas sangat dirawat. Kondisi ini membuat kepercayaan publik naik drastis dan dukungan rakyat kepada pemerintah juga makin menguat. Ketika itu, tak satu pun penduduk negeri menderita kelaparan, tak ada pengemis di sudut-sudut kota,  penjara tak ada penghuninya. Bahkan penerima zakat sulit ditemukan.

Itu cerita di tahun  720  tarikh masehi, ketka negeri di jaziah Arab masih utuh dan dipimpin seorang Khalifah bernama Umar bin Abdul Azis. Bukan cerita di tahun 2017, yang salah satu pecahan negeri itu bernama Arab Saudi,  pemimpinnya bernama Raja Salman bin AbdulAziz al-Saud, yang kini tengah berlibur di negeri Dewata Bali.

Penilis adalah Praktisi Komunikasi Massa

Pengalaman Pengguna Game Penghasil Saldo DANA Lebih Cepat Adaptif Dan Efisien Dibawa Oleh Inovasi Teknologi
Pergeseran Mutu Produksi Kosmetik Terdeteksi Lebih Akurat Berkat Aliran Data Langsung
Pengalaman Pengguna Semakin Responsif Adaptif Dan Efisien Berkat Perkembangan Teknologi Modern
Momentum Tetap Terarah Dan Terkendali Dipertahankan Melalui Taktik Mode Pemburu Sic Bo Live
Keputusan Tetap Terukur Dalam Game Online Dipertahankan Melalui Pengelolaan Modal Cerdas
Kapitalisasi Pasar Dan Inovasi Kasino Online Berubah Di Tengah Disrupsi Teknologi Modern
Strategi Baru Untuk Meningkatkan Keunggulan Kompetitif Dibuka Melalui Business Model Canvas Mahjong Ways
Kualitas Sistem Mahjongways Kasino Online Dipahami Melalui Identifikasi Nilai Pembayaran Game Penghasil Saldo DANA
Perspektif Baru Dalam Menganalisis Perkembangan Mahjong Ways Dibuka Melalui Modernisasi Strategi
Kasino Menjadi Studi Sistem Informasi Bagi Mahasiswa Melalui Pelatihan Enterprise Architecture
Mahjongways Kasino Online Dijadikan Acuan Strategi Marketing dalam Lingkungan Pemerintahan
Keamanan Informasi Jadi Fondasi Utama Layanan Konsultasi Kosmetik Berbasis Teknologi
Teknologi Pemantauan Membantu Mengukur Frekuensi Pembayaran secara Lebih Objektif dan Terukur
Kajian Statistik Pola RTP Menyoroti Perkembangan Teknologi Neural Sintetis Regulatoris
Simulasi Statistik Membuka Pendekatan Baru Memahami Mahjong Game Sungai Penuh secara Terukur
Statistik Objektif Membantu Membaca Pola Mahjong Game Sungai Penuh dengan Lebih Rasional
Strategi Mahjong Game Sungai Penuh Makin Terarah melalui Pendekatan Statistik Modern
Pendekatan Data Objektif Membantu Mengkaji Mahjong Game Saldo DANA Sungai Penuh secara Lebih Terstruktur
Mahjong Game Sungai Penuh Dikaji lewat Simulasi Statistik untuk Membaca Pola Aktivitas
Aturan Mahjong Digital dari Dua Kartu Awal hingga Penentuan Rentang Nilai Game Penghasil Saldo DANA
Pendekatan Adaptif MahjongWays Kasino Online Membantu Menjaga Keseimbangan Anggaran Hiburan
Kemunculan Simbol Unik MahjongWays Kasino Online Perlu Dibaca Secara Lebih Rasional
Mahjong Ways Menarik Minat Pemain di Tengah Ketatnya Persaingan Game Digital
Pengaturan Tempo MahjongWays Kasino Online Tidak Menentukan Munculnya Kombinasi Khusus
Starlight Princess Kembali Merebut Perhatian Pemain MBG Berkat Daya Tariknya
Membaca Pola Mahjong Ways dan Tren Permainan Lewat Data Saldo DANA Terbaru
Disiplin Mental MahjongWays Kasino Online Membantu Mencegah Keputusan Finansial yang Terlalu Impulsif
Mengenal Sweet Bonanza sebagai Game Digital Online dengan Tema Manis yang Menarik
Rotasi Awal MahjongWays Kasino Online Bukan Tolok Ukur Kemurahan Sistem Permainan
Menelusuri Strategi Terbaik dalam Bermain Game Penghasil Saldo DANA Secara Lebih Mendalam