Minggu, 5 April 2026

PTM di SMPN 1 Parigi Dihentikan Sementara, Akibat Sejumlah Siswa Sakit

Kepala SMPN 1 Parigi, Ikbal Abdul Azis Maro, S.pd/ foto: istimewa/ PaluEkspres

PALUEKSPRES, PARIMO- Kegiatan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di SMP Negeri 1 Parigi, Kabupaten Parigi Moutong (Parimo), Sulawesi Tengah dihentikan sementara, karena ditemukan sejumlah siswa sakit.

“Apakah itu COVID-19 atau tidak kami belum tau. Cuma persoalannya banyak anak-anak yang flu, batuk, dan demam,” ungkap Kepala SMPN 1 Parigi, Ikbal Abdul Azis Maro, S.Pd kepada wartawan via telpon di Parigi, Jumat (25/2/2022).

Sehingga, untuk mengantisipasi hal itu kata dia, pihaknya mengambil kebijakan dengan meliburkan sementara kegiatan belajar di sekolah itu.

Ikbal menjelaskan, tim satuan tugas (Satgas) COVID-19 sekolah sedang melakukan penelusuran, dan hingga kini pihaknya belum bisa mengambil kesimpulan apakah sejumlah siswa terpapar COVID-19 atau tidak.

Kebijakan penundaan kegiatan belajar mengajar oleh pihak sekolah sebut Ikbal, mulai diberlakukan mulai Jumat 25 Februari hingga Senin 28 Februari 2022. Olehnya, selama empat hari libur, siswa diimbau untuk tidak beraktivitas di luar rumah.

“Selama masa libur, kami terus melakukan pemantauan terhadap siswa-siswi bersama tim Satgas COVID-19 sekolah,” kata dia.

Dia mengatakan, beberapa bulan terakhir kegiatan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di dilaksanakan 50 persen, seiring capaian vaksinasi terhadap siswa-siswi di sekolah tersebut mencapai  angka 90 persen lebih.

“Maka pihak sekolah memberlakukan kegiatan tatap muka secara full dengan masa uji coba sepekan,” ungkapnya.

Meskipun demikian, pelaksanaan PTM tidak serentak masuk kelas, pihak sekolah mengatur jadwal siswa agar tidak terjadi kerumunan.

“Dalam proses belajar mengajar di sekolah, kami menerapkan protokol kesehatan (Prokes) ketat,” ujarnya.

Ia menambahkan, meskipun dilakukan penundaan sementara PTM, pihak sekolah tetap menerapkan kegiatan belajar menggunakan metode daring, agar siswa tidak ketinggalan pelajaran.

“Pelaksanaan pembelajaran kami pantau dari sekolah. Guru dan staf tetap melaksanakan kegiatan sesuai tugas masing-masing,” ujarya.(asw/PaluEkspres)