Sehingga, dengan kegiatan jelajah budaya ini kata dia, TBM Sou Mpelava ingin memastikan kembali kondisi situs sejarah yang disebutkan dalam manuskrip tersebut.
Selain itu, pihaknya juga ingin memastikan akses menuju Uwesama, sehingga memudahkan masyarakat berkunjung ke situs sejarah dengan peta atau data yang dimiliki oleh TBM Sou Mpelava.
Ia mengaku, dalam kegiatan jalajah budaya ini, pihaknya di bantu oleh beberapa anggota Pecinnta Alam (PA) di desa setempat,” Masyarakatnya juga mau mengantarkan jika ada yang ingin berkunjung ke sini,” ujar Eva.
Dia mengatakan, TBM Sou Mpelava juga nantinya akan membuat buku yang mencatat perjalanan ke Uwesama, yang dilengkapi dengan foto situs sejarah, dan keterangan tentang tempat serta latar belakang penamaan tempat tersebut.
“Kemungkinan kami juga akan mencari data tambahan dengan meminta keterangan dari dewan adat desa setempat,” kata dia.
Menurutnya, jelajah budaya dilaksanakan selama dua hari, yakni mulai Sabtu-Minggu, 26-27 Februari 2022, dengan jalur Uweranda, Uwelutu, Vatumetoto, Uweroko dan berakhir di Uwesama.
Uwesama kata dia, dalam manuskrip itu, bukan hanya satu titik air terjun saja, namun nama dari keseluruhan wilayah ini, telah menjadi lokasi pemukiman warga. (asw/PaluEkspres)






