Adapun memakmurkan bumi tersebut, Wapres menambahkan, dapat dilakukan dengan mengembangkan perekonomian di berbagai sektor kehidupan, seperti pertanian, perdagangan, pertambangan, dan keuangan.
“Memakmurkan bumi itu bisa dilakukan melalui kegiatan yang bersifat material dan juga bisa bersifat peradaban (maddiyyan wa hadhariyyan),” ungkapnya.
Sementara kuncinya, imbuh Wapres, ada pada sumber daya manusia (SDM) unggul yang menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi.
“Hal ini sejalan dengan program pemerintah yang menekankan pembangunan sumber daya manusia serta pemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi,” Wapres menjelaskan.
Mengakhiri sambutannya, Wapres berharap, munas kali ini dapat meningkatkan partisipasi aktif JATMAN dalam menyiapkan SDM unggul Indonesia.
“Semoga muktamar nasional ini dapat semakin memperkuat kontribusi positif Jam’iyyah Ahlith Thariqoh Al-Mu’tabaroh An-Nahdliyyah bagi Islam dan bangsa,” pungkasnya.
Sebelumnya, Wakil Rais Am Ali Mas’adi dalam khotbah iftitahnya menyatakan, hari ini sebagai kesempatan yang sangat tepat bagi JATMAN untuk mendorong kebangkitan umat dari ketertinggalannya sekaligus mendorong Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) yang benar-benar utuh. Di satu sisi, terdapat munas JATMAN sebagai momen berkumpulnya para ulama tarekat dari seluruh Indonesia untuk mendorong sisi rohani.
Di sisi lain, Presiden bertemu dengan para gubernur di ibu kota negara (IKN) baru di Kalimantan Timur dengan tiap gubernur diminta membawa tanah dan air dari daerahnya untuk disatukan di IKN. Ini menjadi simbol persatuan jasmaniah NKRI. Kedua momen penting ini diharapkan dapat menjadi awal dari NKRI yang baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur.
“Semua sudah sinkron jadi satu, rohaniah dan jasmaniah kumpul sehingga insyaallah betul-betul menjadi NKRI yang gak bisa diutik-utik lagi, yang baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur,” ujar Ali Mas’adi.






