“Kami memiliki sejumlah produk unggulan makanan, diantaranya abon ikan, sambal ikan, termasuk sambal ikan teri. Lalu produk kerajinan tangan sulaman benang atau ketawang, songkok khas Gorontalo,” ujarnya.
Kata dia, jika Parigi Moutong membutuhkan bahan baku produk olahan, pihaknya siap menjadi daerah penyuplai, salah satunya komoditas ikan basah, karena kedua daerah tersebut masih berada dalam kawasan Teluk Tomini.
“Parimo dan Boalemo, masuk dalam jalur 6 Tol laut. Transportasi ini bisa dimanfaatkan untuk pengiriman produk,” ucapnya.
Sementara, Kepala Dinas Koperasi dan UKM Parigi Moutong, Sofiana mengatakan, pelaku UMKM di Parimo juga memiliki produk-produk unggulan dengan jumlah UMKM kurang lebih 25 ribu pelaku usaha.
Kata Sofiana, Baznas yang saat ini menjadi mitra kerja instansi tersebut banyak membantu pelaku usaha di kabupaten itu, yang mana mereka mendapat stimulan Rp 2,5 juta per orang dengan tujuan pengembangan produk dari sisi jumlah maupun kualitas.
“Kerja sama lembaga ini berdampak positif bagi pelaku UMKM daerah. Produk kami juga mulai dilirik sejumlah daerah di Kalimantan Timur (Kaltim) Produk olahan diekspansi ke Kalimantan Timur, yakni bawang goreng dalam kemasan, gula aren khas daerah, VCO atau minyak kepala kampung dan olahan kelor sebagai produk unggulan,” ujarnya.(asw/PaluEkspres)






