Sabtu, 4 April 2026

Rakerda Bangga Kencana dan Penurunan Stunting 2022, BKKBN Perkuat Kemitraan

Kepala Perwakilan BKKBN Sulteng Tenny C Soriton dalam pembukaan Rakerda program Bangga Kencana, Selasa 15 Maret 2022 di Hotel Santika Palu. Foto: Biro Adpim Setdaprov

Selanjutnya program aksi Gerakan Ranting (Remaja Cegah Stunting) yang diprakarsai Forum Genre Sulteng dan adanya aplikasi online dan offline dari Universitas Tadulako untuk deteksi dini stunting Moms Care dan Randakabilasa, serta kolaborasi lintas sektor dengan inovasi cegah stunting di Kabupaten Banggai

Sementara berkaitan dengan isu strategis program Bangga kencana di Sulteng, Tenny mengurai bahwa sejauh ini laju Pertumbuhan Penduduk (LPP) Sulteng berdasarkan Sensus Penduduk (SP) tahun 2022 sebesar 1,22 persen apabila dibanding nasional 1,25 persen.

Angka Kelahiran Total (TFR) per WUS 15-49 tahun Sulteng mencapai 2,43 persen sedangkan nasional 2,24 persen sesuai hasil Pendataan Keluarga Tahun 2021 (PK21).

Lalu persentase pemakaian kontrasepsi (CPR) 53.3 persen lebih rendah dari rata-rata nasional 57,01 persen (PK 21).

Persentase kebutuhan ber-KB tidak terpenuhi (unmet need) Sulteng masih 20,7persen lebih tinggi dari rata-rata nasional 18,0 (PK21).

Sesuai dengan hasil capaian program tahun 2021 berdasarkan data statistik rutin menunjukkan hasil bahwa
peserta KB Baru (PB) di Sulteng sebanyak 61.190 (65,3 persen) dari PPM 93,756.

Selanjutnya berdasarkan data laporan statistik rutin pencapaian peserta KB baru tertinggi tahun 2021 adalah
Kabupaten Tolitoli dengan capaian 12.354 akseptor, lalu Kabupaten Parimo dengan capaian 10. 058 akseptor
dan Kota Palu dengan capaian 8.844 akseptor.