“Kita akan melakukan evaluasi dulu, baru tentukan jadwal. Kalau harga masih stabil, operasi pasar ditunda dulu. Karena dampaknya bisa dirasakan pedagang, kalau harga operasi pasar sama dengan harga di pasar tradisional,” ujarnya.
Sementara, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Parigi Moutong, Moh. Yasir mengatakan, berdasarkan pantauan pihaknya kenaikan harga hanya terjadi pada komoditas, seperti bawang merah, bawang putih dan berbagai jenis cabai.
Kenaikan juga terjadi pada harga daging ayam dan sapi. Namun, pihaknya menjamin kenaikan itu tidak secara signifikan seperti jelang Ramadan tahun sebelumnya.
“Memang agak berbeda dengan tahun sebelumnya. Kalau bisanya jelang Ramadan naik, tahun ini malah tidak begitu tinggi kenaikan. Tetapi akan terus berubah-ubah, apalagi kalau jumlah permintaan mulai naik jelang perayaan Lebaran,” ungkap Yasir.
Dia memastikan, akan terus melakukan pemantauan guna mengantisipasi dan mengendalikan harga bahan pokok di pasar tradisional, serta menjaga ketersediaan stok.
“Kami melakukan ini untuk menentukan kapan dilaksanakan operasi pasar, untuk mengendalikan kenaikan harga,” ujarnya.
Hadir mengikuti rapat evaluasi itu sejumlah OPD terkait, di antaranya Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Parimo, Bagian Perekonomian, dan Bulog. (asw/PaluEkspres)






