Wali Kota Hadi menyatakan dia bersama Wakil Wali Kota berkeinginan di tahun 2023 mendatang, tidak ada perlambatan lagi di Triwulan I. Semua harus bergerak cepat dan tepat.
“Keterlambatan-keterlambatan itu jangan sampai terjadi disebabkan oleh hal yang bersifat non-teknis seperti praktik-praktik yang tidak sehat. Ini menjadi perhatian,” tekannya.
Masih ada waktu untuk memperbaiki perubahan kerja. Dalam artian, di Triwulan II harus bagus.
“Triwulan II menentukan, kalau tidak bagus, artinya bapak ibu tidak menginginkan posisi itu. Kalau tidak menginginkan, kita akan lakukan perubahan,” tegasnya.
Dia menambahkan bahwa tidak ada kata terlambat untuk memperbaiki pola kerja, namun jangan sengaja melambat-lambatkan diri.
“Kalau lambat, kita juga akan merugi. Lebih merugi lagi kalau kita tidak mau mempercepat kerja-kerja kita,” tambahnya.
Dalam arahannya, Wali Kota menekankan agar kegiatan-kegiatan yang semestinya tidak dilakukan, perlu menjadi perhatian, karena itu akan menyebabkan terjadinya keterlambatan proses kegiatan yang dilaksanakan.
“Saya berharap kegiatan ini dapat diikuti dengan sebaik-baiknya agar benar-benar bisa menjadi alarm buat kita, bisa menjadi pengingat dan petunjuk bagi kita untuk memperhatikan rambu-rambu mana yang boleh dilewati dan mana yang tidak boleh dilewati,” ujarnya.
Wali Kota mengakui pungutan-pungutan nakal masih sering terjadi. Walaupun demikian, berdasarkan laporan yang masuk baik dari website laporwalikotapalu sudah mengalami tren penurunan yang cukup besar.
Itu menandakan bahwa pungutan-pungutan yang sifatnya liar dan sering terjadi di kantor kelurahan dan kecamatan, semakin menurun.






