Minggu, 5 April 2026

Amankan Perayaan Idul Fitri 1443 H, Polres Parimo Terjunkan 245 Personel Gabungan

Wabup Parimo, Badrun Nggai didampingi Kapolres Parimo dan pejabat lainnya saat melakukan pemeriksaan kendaraan operasional pada apel gelar pasukan pengamanan. Foto: Aswadin/PE

PALUEKSPRES, PARIMO – Polres Parigi Moutong (Parimo), Sulawesi Tengah dan pemerintah setempat melaksanakan apel gelar pasukan di halaman Mako Polres Parimo, Jumat (22/4/2022), sekitar pukul 17. 00 WITA. Apel gelar pasukan tersebut dalam rangka Operasi Ketupat Tinombala 2022.

Kapolres Parimo, AKBP Yudy Arto Wiyono, S.I.K mengatakan, sebanyak 245 personel gabungan diterjunkan untuk pengamanan Hari Raya Idul Fitri 1443 H di daerah itu.

“Personel Polri sekitar 145, TNI kurang lebih 24 personel, Dishub 40 personel, dan Sat Pol PP 40 personel,” kata Kapolres Parimo ditemui usai apel gelar pasukan.

Kemudian, dalam Operasi Ketupat Tinombala 2022, pihaknya juga didukung petugas Dinas Kesehatan yang nantinya akan melakukan vaksinasi COVID-19 di pos pelayanan. 

Karena pihaknya menyiapkan sedikitnya lima titik pos pengamanan (Pospam) dan satu pos pelayanan (Posyan) guna mengantisipasi arus mudik dan arus balik lebaran.

“Sejumlah pos ini tersebar mulai dari Moutong, sampai Kecamatan Sausu,” jelasnya.

Menurutnya, untuk wilayah Moutong atau di pos perbatasan akan ada pemeriksaan terhadap masyarakat yang melakukan mudik, baik yang masuk ke Sulawesi Tengah maupun yang masuk ke Provinsi Gorontalo.

“Jadi kita akan melakukan pemeriksaan bagi masyarakat pemudik yang kemungkinan belum melaksanakan vaksin, dan akan diarahkan untuk divaksin,” ujarnya.

Dia mengatakan, pada kegiatan operasi Ketupat pihaknya juga menggandeng Bina Marga Dinas PUPRP setempat, untuk bekerja sama dengan personel dalam rangka memantau kagiatan di jalur kebun kopi jika sewaktu-waktu terjadi longsor.

“Sehingga, kita bisa meminimalisir kemacetan kendaraan yang mengular. Karena, ini diprediksi akan ada peningkatan arus mudik mengingat hampir 2 tahun masyarakat kita tidak diberikan kesempatan mudik akibat pandemi COVID-19,” ujarnya.

Selain itu, pihaknya juga mengantisipasi lonjakan pengunjung di objek-objek wisata di daerah itu. Karena diprediksi di objek wisata tersebut nantinya akan terjadi kerumunan masyarakat.

“Jadi selain itu, kita antisipasi juga kejahatan-kejahatan jalanan maupun aksi terorisme,” kata dia.

Ia menambahkan, operasi ketupat ini akan dilaksanakan selama 12 hari, mulai 28 April sampai 9 Mei 2022. Pengamanan fokus pada beberapa objek, baik Masjid, tempat wisata, pusat perbelanjaan, terminal, pelabuhan, dan bandara. (asw/paluekspres)