oleh

Ternyata, Diam-diam Ketua KPU Sulteng Menulis Buku Tentang Hukum Pemilu

PALU, PE – Pemilu dan segala macam masalah penyelenggaraan adalah hal yang selalau menarik untuk dibahas. Terlebih bagi para kalangan akadimisi.  Ketua KPU Sulteng, Sahran Raden adalah salahsatu sosok yang selalu merasa tergelitik dengan masalah kepemiluan itu.

Di tengah kesibukannya, Sahran diam-diam  merangkum pengalamannya kedalam sebuah buku berjudul ‘Hukum Pemilu di Indonesia’.

Buku dengan tema mengurai praktek penyelenggaraan pemilu legislatif dan pemilu Presiden dan Wakil Presiden Tahun 2014 ini, akhirnya ia luncurkan, Selasa (7/3).

Peluncuran sekaligus bedah buku yang melibatkan sejumlah akademisi di Sulteng. Dia berharap, buku itu dapat  memberi manfaat dalam menambah wawasan tentang praktek penyelenggaraan pemilu di Indonesia khususnya di daerah.

Dalam proses bedah buku yang dihadiri sejumlah akademisi, stake holder terkait pemilu itu, Sahran banyak menuai saran kritikan. Utamanya soal teknik penulisan yang perlu menjadi catatan penulis sebagai masukan penyempurnaan buku.

Seperti diungkapkan oleh Pihak KPU Kabupaten Sigi yang mengkritisi soal pengisian data ditabel perolehan suara pada penyelenggaraan pilkada di Kabupaten Sigi.

Termasuk kiritakan tehknis penulisan yang dianggap masih kurang kontrol dalam penempatan kata. Dari Bawaslu Sulteng, kritikan yang mengemuka yakni soal hukum disaat ada sengketa pilkada ataupun pileg.

Dibeberapa bagian yang lainnya di buku tersebut juga dikritisi soal keterlibatan kaum gender pada penyelenggaraan pilkada ataupun pileg.
“Penulisannya itu semestinya keterwakilan kaum perempuan sehingga nantinya akan lebih jelas bagi pembaca,”kritik Ketua Bawaslu Sulteng, Ratna Dewi Petalolo.

Sebagai penulis, Sahran Raden menyampaikan terima kasihnya atas berbagai kritikan itu.Dia mengaku memang masih banyak kelemahan dalam bukunya itu. Sahran mengaku akan mencoba untuk menyempurnakan tulisan dibukunya itu.

Dia pun menyadari bahwa sebagai manusia biasa, tentu tidak luput dari berbagai kekurangan. Sebab kesempurnaan itu hanya milik Allah.

Initnya lanjut Sahran, dirinya ingin mengaplikasikan pengetahuannya melalui sebuah goresan tulisan.

“Memang tidak mudah menulis sebuah buku di tengah padatnya kesibukan kita. Tetapi saya mencoba meluangkan separuh waktu dengan merangkum tulisan hingga menjadi sebuah buku,”demikian Sahran.

(mdi/Palu Ekspres)

News Feed