Wali Kota Palu dua kali melontarkan harapannya agar proyek perubahan yang dilaunching bukan semata-mata hanya seremonial belaka atau sekadar menggugurkan kewajiban syarat Pelatihan Kepemimpinan Nasional Tingkat II.
“Tetapi proyek yang digagas dalam inovasi ini diharapkan betul-betul dalat berjalan dengan baik,”tandasnya.
Wali Kota menilai dengan proyek perubahan ini para Staf Ahli semakin mampu meningkatkan standar operasional dalam mendukung kerja-kerjanya sehingga hal ini menunjukkan eksistensi bahwa staf ahli bukan sebagai orang yang dipinggirkan.
“Tugas staf ahli bagaimana menyerap sebanyak-banyaknya informasi baik masalah dan mencarikan solusi untuk ditawarkan kepada Wali Kota. Jadi staf ahli tentu adalah orang yang ahli,” katanya.
Kemudian, lanjutnya proyek perubahan “Pantau Wasit di Kota Kelor” adalah sesuatu yang baik untuk meningkatkan kinerja pelayanan di Inspektorat Daerah Kota Palu.
Karena tugas Inspektorat bukan hanya pendampingan perencanaan dan pelaksanaan, tetapi juga pendampingan pada saat adanya temuan dan kemudian hal itu tidak lagi menjadi temuan.
“Kalau ini dapat berjalan dengan baik, maka ini sangat-sangat positif. Prinsipnya Pemerintah Kota Palu akan sangat mendukung dan memberikan penguatan terhadap hal ini. Termasuk proyek Banua Ntodea dari Dinas Sosial yang sangat identik dengan penanggulangan yang bersifat sosial,” katanya.(aaa/PaluEkspres)






