Minggu, 5 April 2026

Rendez Vous, Don’t Be Late

Muhd Nur sangadji
Dr. Ir. Nur Sangadji DEA. Foto: Dok

Besok paginya dia baru balas dengan didahului permintaan maaf. Lengkap dengan alasan ban motor bocor. Alasan yang paling umum dan logik bagi mereka. Dan, sangat menguntungkan bagi tukang tempel ban. Entah benar atau tidak, saya sudah tidak mempersoalkannya. Pagi ini mahasiswa itu datang lagi, tepat waktu. Dan, konsultasi berjalan lancar.

*****

Pagi ini juga, mahasiswa yang lain lagi mengirimkan berita yang hampir sama.
“Assalamualaikum pak, mohon maaf mengganggu waktunya. Saya Mugsita, kemarin saya sudah janjian jam 5 ke rumah bapak tapi berhalangan pak dikarenakan motor tidak ada pak. Mohon izin bertanya pak, apakah saya bisa menemui bapak hari ini untuk meminta tanda tangan di blanko perbaikan skripsi? Mohon arahannya pak. Mohon maaf sebelumnya”.

Kalau mahasiswa yang ini, sedikit bagus. Ada sebut identitas. Juga ada kata-kata permintaan maaf. Tapi keduanya, sama-sama menggunakan alasan motor. Kepada mahasiswa yang kedua ini, saya beri apresiasi atas narasi informasi yang disampaikan. Namun saya bilang kepadanya, akan sangat bagus kalau dikirimkan sebelum jam 5 sore. Bukan satu hari setelahnya.

Terhadap kedua kejadian ini saya mengambil pelajaran betapa anak-anak kita tidak terdidik disiplin waktu. Selain itu, mereka tidak terbiasa untuk mengoreksi perilaku atau tidak merasa bersalah ketika terlambat.
Serta, tidak terajarkan meminta maaf saat terlambat. Para guru dan orang tua, dengan begitu, masih harus bekerja keras untuk membentuknya. Tentu, paling efektif sejak kecil.

*****

Saya pernah membaca buku tentang bagaimana Bung Hatta menolak seorang opsir Jepang yang datang terlambat hanya 10 menit saja. Tersebut dalam buku itu, Bung Hata bilang, “you are ten minute too late..so I can not receive you”. Saya pikir Bung Hatta sedang tunjukkan bahwa orang Indonesia juga disiplin.

Saat sekolah dahulu, setiap kali ingin berkonsultasi dengan Profesor pembimbing-ku, Gerard moutet, selalu didahului dengan janji bertemu (rendez vous). Sekretarisnya yang mencatat di buku hariannya. Apabila kita datang terlambat. Kesempatan itu akan hilang. Harus dibuat kembali janji baru. Boleh besoknya. Lusanya. Atau, seminggu. Dan bahkan, sebulan lagi. Itu, lantaran beliau telah punya agenda penting lain. Karena itu, “don’t be late”. ****

(Penulis, Guru Kecil di Universitas Tadulako)