Parigi Moutong, PaluEkspres.com – Pondok Pesantren (Ponpes) KH. Saleh Damar Parigi menjadi juara Piala Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Liga Santri Persatuan Sepak Seluruh Indonesia (PSSI) tahun 2022 tingkat Kabupaten Parigi Moutong.
Pada partai final tim keseblasan KH. Saleh Damar berhasil mengalahkan Pondok Pesantren Ittihadul Ummah Kecamatan Parigi Barat dengan skor 4-3 lewat drama adu finalti. Sebelumnya, di waktu normal pertandingan kedua tim bermain dengan hasil imbang 0-0.
Laga derby tersebut, belangsung di lapangan sepak bola desa Baliara, Kecamatan Parigi Barat, Sabtu (25/6/2022). Liga Santri Piala KSAD, ditutup oleh Wakil Bupati Parigi Moutong Badrun Nggai.
Dalam kesempatan itu, Badrun Nggai mengatakan, kegiatan ini dilaksanakan bertujuan untuk mencari bibit unggul pemain sepak bola dari kalangan santri. Sekaligus sebagai ajang silaturahmi sesama santri dengan TNI angkatan darat, guna menciptakan kemanunggalan TNI dengan rakyat.
Selain itu kata dia, sebagai sarana untuk menumbuh kembangkan rasa cinta kepada tanah air, bangsa dan negara dengan tetap berpedoman pada nilai-nilai religius keagamaan. Kejuaraan ini telah dilaksanakan kurang lebih sepekan yang diikuti enam tim pondok pesantren yang berasal dari Kabupaten Parigi Moutong.
“Berdasarkan informasi yang saya dengar bahwa, selama kegiatan ini berlangsung, para peserta telah memperlihatkan bakat dan kemampuan olah bola yang sangat memukau dibidang olahraga sepak bola.” kata dia.
Menurutnya, hal ini menunjukan bahwa pondok pesantren selain menghasilkan santri dan santriwati yang mumpuni di bidang agama, pondok pesantren juga mampu menghasilkan bibit-bibit handal di bidang olahraga, khususnya sepak bola yang diharapkan mampu meraih prestasi, baik ditingkat daerah, nasional, maupun internasional.
“Untuk itu, saya mengimbau kepada pimpinan pondok agar kedepannya saya berharap dapat terus memberikan kesempatan kepada para santri untuk mengikuti kegiatan ini. Guna memberikan ruang bagi para santri dalam menunjukkan bakatnya di bidang olahraga sepak bola,” ujarnya.
Ia berharap, kegiatan ini terus dilaksanakan hingga tahun-tahun berikutnya. “Besar harapan saya kegiatan ini tidak hanya sampai disini. Tetapi, tetap berlanjut. Sehingga dapat memotivasi adik-adik dari pondok pesantren untuk bisa tampil maksimal dan berlatih lebih semangat,” harapnya.
Kemudian, ia juga berpesan kepada para santri yang usai melakukan pertandingan dan pulang ke pondok pesantren,agar terus mengasah bakat dan kemampuan melalui latihan secara berlanjut. Namun tidak melupakan kewajiban dalam mengikuti seluruh proses belajar di pondok pesantren.
Sementara, Perwira Penghubung (Pabung) Parigi Moutong, Letkol lnf. Gatot Subagya, SH, M. Sc, selaku ketua panitia mengatakan, liga santri belum ditutup secara nasional. Namun, yang ditutup hanya seri Kabupaten Parigi Moutong.
“Jadi setelah ini masih ada pertandingan di tingkat Provinsi Sulawesi Tengah, menampilkan perwakilan dari Kabupaten masing-masing, pada bulan Agustus 2022.” jelas Gatot.
Mereka nantinya, akan bertanding dengan pondok pesantren dari kabupaten lain. Untuk menentukan siapa perwakilan Sulteng ke tingkat nasional, yang pertandingannya akan digelar di Stadion Gelora Bung Karno.
“Dan kegiatannya akan dilaksanakan pada saat hari santri nasional 20 Oktober 2022,” ujar dia. (asw)






