PALUEKSPRES, PARIMO – Sebanyak enam orang warga Kecamatan Tomini, Kabupaten Parigi Moutong (Parimo), Sulawesi Tengah, digigit anjing beberapa waktu lalu.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Parigi Moutong, Ellen Ludya Nelwan kepada wartawan membenarkan kejadian itu. Menurut Ellen, saat ini pihaknya tengah memberikan penanganan dengan memberikan vaksin rabies kepada enam warga Tomini tersebut.
“Setelah ditindaklanjuti ke Bidang Penularan Penyakit, Dinas Kesehatan Provinsi Sulteng bersama sama turun langsung membawa vaksin ke Puskesmas Tomini,” ujar Ellen di Parigi, Kamis (21/7/2022).
Kata dia, enam warga itu adalah, Indra (23), Reza (29) Ardiati (30) dan Nadia (21). Sedangkan dua lainnya, merupakan bocah berumur 9 tahun dan balita 4 tahun. Seluruhnya, kini tengah mendapat perawatan intensif dari pihak Puskesmas setempat.
Dia menjelaskan, setelah menerima laporan, bahwa ada warga yang digigit anjing, pihaknya langsung melaporkan kasus tersebut ke pihak Dinas Kesehatan Provinsi Sulteng.
Menurutnya, setelah vaksin tiba di Parimo, pihak Dinas Kesehatan Sulteng langsung menyuntikan vaksin rabies, kepada enam orang warga yang menjadi korban gigitan anjing. Pelaksanaan penyuntikan hingga pukul 02.00 WITA dini hari.
Dalam penanganan kasus seperti ini sebut Ellen, korban terkena gigitan anjing harus segera ditangani secara serius, dengan diberikan vaksin rabies.
“Saat ini, kami telah membawa sampel berupa kepala anjing untuk diuji di laboratorium,” ujarnya.
“Kami sudah membawa sampelnya, apakah hewan tersebut masuk dalam kategori gila atau tidak, yang jelas penanganan untuk enam orang ini dilakukan secara intensif,” tambahnya.
Ia melanjutkan, untuk mencegah penyakit rabies tersebut, pihak Dinas Peternakan Provinsi Sulawesi Tengah, membawa 130 vial vaksin untuk disuntik ke anjing yang masih berkeliaran di wilayah Kecamatan Tomini.
Kemudian, Dinas kesehatan Sulteng juga membawa persiapan 20 vial vaksin, khusus manusia yang saat ini dititip di Puskesmas setempat.
“Jadi, hewan (Anjing) yang berkeliaran akan disuntik langsung di tempat. Dan, kami juga sudah memberikan vaksin untuk manusia apabila terjadi lagi kasus yang sama,” katanya. (asw/paluekspres)






