Ini Kata Basarnas Soal Pencarian 4 Korban Banjir Torue Parimo Hari Kedua

  • Whatsapp
Rumah warga desa Torue yang rusak akibat diterjang Banjir bandang, Kamis malam (28/7/2022) malam. Foto - Aswadin/PE

PALUEKSPRES,PARIMO- Kepala Seksi Operasi Kantor SAR Pencarian dan Pertolongan Basarnas Palu, Andi Sultan mengatakan, sampai hari kedua Tim SAR gabungan sudah melakukan pencarian. Namun, belum juga membuahkan hasil.

“Berdasarkan hasil koordinasi kami dengan Tim Inafis Polres Parimo, kecil kemungkinan apa yang kami temukan itu adalah mata manusia,” ujar Kepala Seksi Operasi Basarnas Palu, Andi Sultan, di Torue Kebupaten Parimo, Sabtu, (30/7/222).

Bacaan Lainnya

Namun pihaknya tetap menindaklanjuti temuan tersebut ke Laboratorium, untuk memastikan apakah bila mata atau tidak. Menurutnya, organ diduga mata tersebut ditemukan ditumpukan kayu reruntuhan rumah yang hanyut ke laut.

“Ditumpukan kayu itu kami mencium bau busuk, dan setelah dibongkar, kami juga temukan bangkai hewan,” ujar Andi Sultan.

Dia mengatakan tumpukan kayu yang berukuran besar menjadi kendala tim SAR dalam proses pembongkaran tumpukan kayu di laut. Namun, tetap dilakukan karena pihaknya harus memastikan aroma bangkai manusia atau hewan.

Pembongkaran tumpukan kayu pertama, hasilnya masih juga nihil. Pencarian dihari ke kedua, rencananya akan tetap fokus pada pembongkaran tumpukan kayu, dan menyisir perairan di laut Torue.

“Besok kami akan membangun empat SRU, karena armada untuk pencarian juga sudah bertambah,” kata dia.

Dia menambahkan, sebanyak 50 personil gabungan dari Pol Airud, Basarnas Palu dan BPBD Poso dikerahkan dalam proses pencarian yang dibagi menjadi empat grup.

“Kami juga dibantu masyarakat setempat dalam proses pencarian,” ujarnya.(asw/PaluEkspres)

Pos terkait