Kepala BNPB: Kita Akan terus Lakukan Pencarian Sampai Statusnya Jelas, Soal Korban Banjir Torue

  • Whatsapp
Kepala BNPB, Letjen Suharyanto di dampingi Bupati Parimo saat meninjau lokasi banjir di Kecamatan Torue. Foto - Aswadin/PE

PALUEKSPRES,PARIMO – Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Letnan Jenderal Suharyanto mengatakan, kehadiranya di lokasi banjir desa Torue, Kecamatan Torue Kabupaten Parigi Moutong (Parimo) untuk memastikan penanganan pascabanjir di daerah itu sebagaimana mestinya.

“Jadi kami dari BNPB di hari ke-tiga bencana banjir yang menimpa masyarakat di Parigi Moutong ini, atas petunjuk dari Bapak Presiden segera datang ke lokasi banjir,” kata Suharyanto.

Bacaan Lainnya

Kata dia, sebelumnya BNPB telah mengirimkan lebih dulu tim reaksi cepat ke lokasi banjir. Kemudian, disusul oleh pejabat eselon I dan II BNPB.

“Sekarang saya hadir sendiri di sini untuk memastikan penanganan pascabanjir berjalan baik,” ujarnya.

Dia mengatakan, dalam tahapan penanganan  ini, ada tanggap darurat yang saat ini tengah dilaksanakan.” Kami mengapresiasi langkah Pak Bupati yang segera menetapkan tanggap daruruat selama 14 hari,” ucapnya.

Dia mengatakan, dalam masa tanggap darurat prioritasnya adalah, memastikan kebutuhan dasar masyarakat yang terdampak untuk ditangani dengan sebaiik baiknya.

Menurutnya, saat ini masih ada empat warga negara yang hilang, dan sementara dalam upaya pencarian.”Jadi kita akan terus lakukan pencarian sampai statusnya jelas. Mudah mudahan bisa ditemukan dalam keadaan selamat.” harapnya.

“Jika tidak ditemukan pun, harus bisa diketahui statusnya seperti apa,” tambahnya.

Kemudian, pengungsi juga masih banyak. Dimana pengungsi ini dipastikan kebutuhan dasarnya terpenuhi. Sehingga, pemerintah pusat saat ini membawa bantuan logistik maupun dana untuk oprasional awal pelaksanaan tanggap darurat.

Suharyanto mengatakan, setelah tanggap darurat ini bisa diatasi, maka nantinya ada masa rehabilitasi dan rekonstruksi. Disitu akan dihitung jangka pendek dan langkahnya adalah, para masyarakat pengungsi ini bisa mendapatkan kembali tempat tinggal mereka.

Ada dua skema, yang pertama memang bisa dibangun kembali di tempat itu. Karena, berdasarkan analisa dan evaluasi kedepan. Walaupun dibangun kembali rumah dilokasi banjir itu, dan tidak terdampak selama ada tahap tahap pebaikan dari areal banjir tersebut.

Kedua, katanya, masyarakat harus direlokasi ke lokasi yang lebih aman. “Jadi tidak mungkin lagi dibangun ditempat ini, nanti pak bupati akan menyiapkan lahannya, nanti dari BNPB dan Kementerian lembaga terkait yang akan membangun,” kata dia.

Dia berharap, dengan langkah tanggap darurat yang tepat dan rehabilitasi serta rekonstruksi tepat. Agar masyarakat terdampak tidak terlalu lama mengalami penderitaan dalam menghadapi bencana banjir tersebut.

“Mudah mudahan, rehabilitasi dan rekonstruksinya nanti tepat,” harapnya.

Untuk jangka panjang mengenai pencegahan agar jangan nanti dua tahun ke depan terjadi lagi maka dibuat rencana kontinjensi dan tahap tahap pencegahan berikutnya, diantaranya dengan memperbaiki lingkungan.

“Mungkin hulunya di sana tidak layak lagi, dan yang perlu kita tanami pohon, kita tanami atau juga perlu dibuat daerah daerah resapan air. Itu nantinya akan direncanakan pemerintah, baik Kabupaten maupun Provinsi,” ujarnya.

Suharyanto menambahkan, hal itu nantinya, akan didampingi oleh Pemerintah pusat dalam hal ini Badan Nasional Penanggulangan Bencana.”Jadi BNPB akan terus mendampingi langkah langkah penanganan untuk pencegahan bencana berikutnya.” ujarnya.(asw/PaluEkspres)

Pos terkait