“Kita apresiasi Kota Palu sekarang karena sudah bisa menghadirkan wakil wali kota dari kalangan perempuan. Ini menjadi prestasi bagi kita semua,” kata Dewi Ratna.
Secara konstitusi, kesempatan antara perempuan dan laki laki menjadi pemimpin itu diberi ruang yang sama. Tinggal bagaimana dari kalangan perempuan meraih kesempatan itu dengan segala persiapan yang dimiliki.
Menurut mantan ketua Bawaslu Sulteng ini, bicara soal Perempuan dan Pembangunan, topik yang selalu diangkat dalam diskusi di ruang ruang publik, targetnya untuk mengejar kesetaraan antara perempuan dan laki-laki, terkait dengan partisipasi maupun akses di dalam melahirkan keputusan-keputusan penting dan strategis dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
Secara legislasi atau peraturan perundang-undangan lanjutnya, sebenarnya sudah banyak produk yang dihadirkan yang memberikan ruang yang cukup dan dorongan yang kita sebut kebijakan affirmasi. Tapi, dalam hal implementasi, ternyata tidak semudah yang kita bayangkan.
Sebenarnya sudah banyak kemajuan yang didapatkan oleh kalangan perempuan di daerah ini. Ia mengungkapkan, saat ini tidak sedikit dari kalangan perempuan yang sudah bisa memimpin berbagai lembaga. Sebagai contoh misalnya, Ibu Nisbah. Itu kesempatan yang sangat langka. Dan, berdasarkan data yang kita miliki, baru di periode 2022 ini, lembaga KPU Provinsi Sulteng diketuai oleh seorang perempuan.






