Dinkes Parimo Edukasi Warga Soal Keamanan Pangan

  • Whatsapp
Wakil Bupati Parigi Moutong, Badrun Nggai
Wakil Bupati Parigi Moutong, Badrun Nggai membuka kegiatan sosialisasi edukasi keamanan pangan yang di rangkaikan launching inovasi Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) dengan nama Randa Ntovea (Remaja Cantik dengan Tablet Obat Fe dari Apoteker).

PARIMO,PE – Wakil Bupati Parigi Moutong (Parimo), Badrun Nggai membuka kegiatan sosialisasi edukasi keamanan pangan yang dirangkaikan launching inovasi Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) dengan nama Randa Ntovea (Remaja Cantik dengan Tablet Obat Fe dari Apoteker).

Kegiatan yang dilaksanakan Dinas Kesehatan Parimo ini, berlangsung di salah satu hotel di Parigi, Jumat (16/9/2022). Pada kesempatan itu, Badrun Nggai mengatakan, inovasi Randa Ntovea ini dibuat dalam rangka melakukan pencegahan prevalensi stunting yang dimulai diusia remaja.

Bacaan Lainnya

“Saya berharap, dari kegiatan ini kita dapat mengukur berapa remaja putri yang sudah mengonsumsi tablet Fe, dan apa yang menjadi kendala serta masalah dalam proses pendampingan konsumsi tablet Fe tersebut.” ujarnya.

Dia menjelaskan, tablet Fe sendiri merupakan tablet mineral yang diperlukan oleh tubuh untuk pembentukan sel darah merah atau hemoglobin. Keamanan pangan ini menurutnya, harus menjadi faktor penting yang masuk dalam kegiatan pencegahan stunting.

“Karena seperti kita ketahui, bila anak atau keluarga diberikan makanan yang sehat, dengan keamanan pangan yang baik, Insya Allah kita bisa menekan terjadinya gizi buruk hingga stunting,” ucapnya.

Menurut dia, berdasarkan data organisasi kesehatan dunia (WHO) menyebut, bahwa 1 dari 10 orang sakit setelah menyantap makanan yang terkontaminasi. Sehingga, dari data tersebut, sekitar 420 orang meninggal dunia setiap tahunnya.

“Itu dikarenakan makanan terkontaminasi. Selain gizi, keamanan pangan memang tidak bisa diabaikan,” kata Badrun.

Kemudian, ada lima kunci keamanan pangan versi WHO di antaranya, menjaga kebersihan, memisahkan makanan matang dengan mentah agar tidak terjadi kontaminasi silang.

“Olehnya, harus memasak makanan dengan benar, jaga pangan pada suhu yang benar, dan gunakan air serta bahan baku yang aman.” ujarnya.

Ini tentunya, menjadi serius untuk ditangani. Karena sesuai regulasi yang diatur dalam Undang-undang nomor : 18 tahun 2012 tentang pangan menjadi tanggungjawab negara. Tidak hanya ketersediaan, tetapi juga keterjangkauan, cukup, aman, bermutu, dan tentunya memiliki gizi yang seimbang.

Dia menambahkan, hal ini tentu saja menjadi perhatian bersama dengan harapan, sosialisasi keamanan pangan seperti ini tidak hanya berhenti sampai disini saja. Namun, dapat berkelanjutan.

“Sehingga, pada pemilihan tidak akan salah, terutama pada pemilihan konsumsi, harus aman, sehat, serta lingkugan yang sehat pula.” ujarnya. (asw)

Pos terkait