Minggu, 5 April 2026
Agama  

Warga Banjar di Palu Peringati Maulid

Warga Banjar di Palu Peringati Maulid
Warga Banjar di Palu Peringati Maulid/ Foto: istimewa

Warga Kerukunan Bubuhan Banjar atau KBB Sulawesi Tengah di Palu, menggelar peringatan Maulid-Nabi/ Muhammad Saw 1444 H, Sabtu malam (22/10/2022). Acara berlangsung di pelataran Sekretariat KBB Palu. Semarak dan hikmat. Diawali pembacaan Kitab Maulid Simtudduror oleh pemuda Banjar

Baca juga : Maulid Nabi Muhammad SAW, Warga Sesaki Masjid Jabal Nur Talise Valangguni Palu

Dalam ceramahnya, Habib Abdul Bari bin Salim bin Smith menceritakan sejumlah kisah keagungan akhlak Rasulullah dan keutamaan membaca shalawat. Sebagian dari akhlak Nabi yang terpuji, kata Habib Bari, adalah sikap pemaaf dan kasih sayang terhadap sesama.

Meskipun sering mendapat cemoohan, penghinaan ,fitnah, dan disakiti orang, Rasulullah tetap tabah dan menerima perlakuan mereka dengan lapang dada. Bahkan membalas perlakuan kasar mereka dengan lemah lembut dan kasih sayang. Serta mendoakan mereka agar segera menerima petunjuk dari Allah SWT, sebagaimana firman Allah dalam surah Al Imran ayat 159.

Baca juga : Peringatan Maulid Nabi, Ini Pesan Wali Kota Palu Kepada Umat

Sementara itu, Ketua KBB Sulteng H. Muhammad Zain Halud dalam sambutannya mengatakan, warga Banjar di Palu ini telah turun temurun hidup berdampingan dengan masyarakat beragam suku di Sulawesi Tengah. Karena itu, eksistensi orang Banjar khususnya dalam tradisi dan kegiatan keagamaan tidak diragukan lagi.

“Jumlah orang Banjar di Sulawesi Tengah cukup banyak. Mencapai ribuan orang,” kata Zain. Namun memang belum seluruhnya terdata dengan baik. Karena itu pengurus KBB yang baru di SK-kan akan melakukan konsolidasi dan pembentukan organisasi KBB di seluruh Kabupaten dan Kota di Sulawesi Tengah.
Menurut Zain, keberadaan orang Banjar saat ini bukan saja bermukim di wilayah NKRI. Tapi telah mendunia, mulai dari Negara-negara ASEAN, Saudi Arabia bahkan hingga ke Madagaskar Afrika. “Kami telah menerima undangan menghadiri Pra Kongres KBB Sedunia di Balikpapan akhir bulan Oktober ini,” ujar Zain Halud.

Baca juga : Maulid dan Refleksi Keteladanan

Sebelumnya, ketua panitia H. Sofyan Arsyad memaparkan hubungan antara Alkhairaat dan Bubuhan Banjar di Palu, yang sulit untuk dipisahkan. Hubungan emosional tersebut telah terjalin sejak masa Guru Tua, saat para sesepuh Banjar menimba ilmu di Alkhairaat. Hingga kini berlanjut ke generasi berikutnya.

Dalam literasi sejarah, terdapat sejumlah nama sesepuh Banjar di Palu yang merupakan murid utama tokoh pendiri Alkhairaat, Habib Idrus bin Salim Aljufri. Bahkan menjelang wafatnya Guru Tua, di antara mereka menerima wasiat sebagai pelaksana penyelenggaraan jenazah pemakaman sang guru ketika itu, seperti memandikan/mengkafani yaitu KH. Hasbullah Arsyad, pembacaan talqin oleh KH. Rustam Arsyad dan pemandu acara pemakaman KH. Bahrain Thayeb.

Baca juga : Penasaran Apa Nama Bagi Ibu Kota Negara Baru di Kalimantan Timur?

Dalam banyak hal, kata Sofyan Arsyad, Kalimatan Selatan dan Sulawesi Tengah, juga punya banyak kesamaan. Contohnya, jika di Palu ada sosok Guru Tua, Kalsel juga miliki Guru Sekumpul. Bila di Palu setiap tanggal 12 Syawal memperingati Haul Guru Tua. Maka di Martapura Kalsel juga rutin Haul Guru Sekumpul setiap 5 Radjab.

Selain 400-an warga Banjar, turut hadir dan memberikan sambutan Asisten III Pemprov Sulteng, H. Mulyono. Hadir pula Pimpinan Ponpes Raudhatul Musthafa Lil Khairaat Habib S. Idrus bin Ali Alhabsyi, anggota DPRD Sulteng H. Hidaya Pakamundi dan Wakil Ketua Pengadilan Tinggi Agama Sulteng, Drs. H. Tarsi, SH, M.HI. */paluekspres