Sabtu, 8 Agustus 2026
Opini  

Dampak Lingkungan Terhadap Proyek

Dampak Lingkungan terhadap proyek. Penulis bersama mahasiswa dalam tugas belajar dampak lingkungan/ Foto: istimewa

Oleh Muhd Nur Sangadji

Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL), cenderung hanya bicara dampak proyek terhadap lingkungan. Kita sering abai pada kebalikannya. Pengaruh lingkungan terhadap proyek. Ini menyangkut berapa lama proyek tersebut bisa bertahan.

Baca juga: oknum-anggota-dprd-parimo-diduga-abaikan-putusan-sidang-lembaga-adat

Saat menghadiri pengresmian jembatan kuning di Palu yang kala itu bernama Ponulele, saya menulis artikel terkait. Saya bilang di artikel itu, tentang berapa lama jembatan ini bisa bertahan. Jembatan yang tiang tumpukan tengahnya ada tepat di tengah sungai. Ternyata, menjadi sebab utama kerontokan ketika gagal menopang beban saat terjadi bencana gempa berskala 7,4 disertai tsunami tahun 2018. Intervensi alam dengan kekuatan dahsyat itu meluluhlantahkan jembatan megah tersebut menjadi puing puing. Peristiwa ini harus meninggalkan hikmah sebagai pelajaran.

Baca juga : diduga-abaikan-tugas-disdikbud-parimo-undang-oknum-kepsek-sdn-baliara

*****

Di lokasi lain, di jembatan sungai Vatutela kota Palu, saya beri contoh pada mahasiswa yang belajar ilmu lingkungan. Usia Jembatan belum genap satu tahun, tapi ancaman kehancurannya sudah di depan mata. Pertama, sudah ada bagian jembatan yang rontok. Kedua, kolong jembatan yg awal ketinggiannya sekitar 3 sampai dengan 4 meter untuk melalukan air. Kini, tinggal kurang dari setengah meter. Tertimbun oleh sedimentasi hulu. Apriori, malapetaka segera terjadi.

Belajar dari jembatan Dolago di Parigi dan Jembatan Ipi di Morowali yang hanyut diterpa banjir. Jembatan Vatutela ini tinggal menunggu waktu. Akan beradu tangguh antara air dan ketahanan konstruksi jembatan. Karenanya, pihak otoriti harus bertindak segera. Membangun kantong sedimen atau kantong pasir (sand pocket) untuk aksi mekanik jangka pendek. Reboisasi untuk aksi vegetatif jangka menengah dan panjang. Atau aksi profit ekonomi dengan menghadirkan perusahaan pengolahan sirtu dan kerikil.

Baca juga : parimo-kembali-ketambahan-satu-kasus-positif-covid-19

Morfologi sungai ini juga menyimpan potensi banjir bandang oleh kelalaian anthropik yang akumulatif. Penampang keringnya di hulu dan tengah berlebar hingga 30 meter. Tapi, di pemukiman, tinggal sekitar empat meter. Bila tidak segera diantisipasi, sangat patut dikhawatirkan, korban harta dan jiwa akan berjatuhan. Warga perumahan dosen dan penduduk di daerah pesisir adalah yang paling rentan.

*****

Maka, bertindaklah segera, sebelum jatuh korban masal. Banjir dadakan di areal hunian tetap (huntap) Tondo beberapa bulan lalu adalah signal. Lokasinya berjarak dekat dalam satu daerah aliran sungai (DAS) atau daerah tangkapan air (DTA = water catchment area). Banjir itu memberi peringatan keras dari alam untuk menggugah kesadaran kolektif kita. Itulah “natural early warning system” yang dikirim Sang Pencipta. Kepekaan kita adalah keselamatan kita.

Baca juga : kasus-positif-corona-bertambah-satu-orang-di-parimo-6-dinyatakan-sembuh

Membangun kepekaan kolektif inilah agenda kita yang paling serius. Tidak mudah. Sebab, ini menyangkut mentalitas, pengetahuan, kebiasaan dan karakter. Keempat soal ini harus kita urus karena di ujungnya ada takdir. Awalnya adalah iktiar kapasitas. Dia kapasitas itu menyangkut upaya dan tawakal. Resiko itu adalah konvergensi dari kerentanan (fulnerabilitas) dan kapasitas (capacity).

baca juga : kasus-positif-covid-19-di-parimo-kembali-bertambah

Kawan saya kirimkan anekdot. Bilangnya begini. Kalau kita berdoa. Selalu minta di hindari dari bencana. Sedangkan, orang Jepang berdoa. Mereka minta di berikan kekuatan untuk menghadapi bencana. Tidak ada salahnya bila kita berkaca pada perilaku orang Jepang ini untuk mempersiapkan diri menghadapi bencana. Yaitu, bencana lingkungan dengan duplikasi dampak serius akibat kegagalan kita mengantisipasinya. 🤲🤝

Fleksibilitas Baru Dalam Pengelolaan Infrastruktur Dihadirkan Oleh Teknologi Berbasis Cloud
Efisiensi Operasional Meningkat Berkat Teknologi Analitik Modern Dengan Pemantauan Berkelanjutan
Fondasi Baru Untuk Efisiensi Operasional Terbentuk Dari Platform Digital Modern
Adaptasi Terhadap Perubahan Teknologi Dipercepat Melalui Integrasi Kecerdasan Buatan
Pengelolaan Sistem Lebih Efektif Didukung Oleh Teknologi Pemantauan Cerdas
Stabilitas Operasional Terjaga Berkat Teknologi Digital Terintegrasi Dengan Analisis Berkelanjutan
Tantangan Transformasi Digital Dihadapi Secara Efektif Melalui Infrastruktur Modern Berbasis Analitik
Kolaborasi Dan Efisiensi Operasional Diperkuat Oleh Integrasi Teknologi Berbasis Cloud
Akurasi Evaluasi Kinerja Sistem Meningkat Berkat Platform Monitoring Digital
Ketahanan Operasional Di Era Digital Meningkat Melalui Pemanfaatan Analisis Data
Optimalisasi Pola Mahjong Ways Dilakukan melalui Algoritma Probabilistik Cerdas
Dompet Digital Mengubah Kebiasaan Transaksi dalam Ekosistem Monopoly Live
Ancaman Siber Mendorong Industri Permainan Memperkuat Keamanan Infrastruktur Digital
Digitalisasi Administrasi Pangkas Waktu Verifikasi Pengguna Live Blackjack
Perilaku Pemain Modern Dikaji melalui Model Adaptasi Strategis
Media Sosial Memperkuat Hubungan Provider dengan Komunitas Penggemar Gates of Olympus
Mahjong Wins 3 Menunjukkan Pergeseran Tren Hiburan Berbasis Teknologi Modern
Analisis Distribusi Mengungkap Kendala Penayangan Crazy Time di Berbagai Wilayah
Pemetaan Digital Memperkuat Distribusi Server serta Manajemen Trafik Lightning Roulette
Peluang Baru Industri Mahjong Indonesia Muncul dari Pergeseran Perilaku Digital