oleh

Alhamdulillah, Daftar Tunggu Haji di Sulteng Semakin Pendek, Lantaran Ada…

PALU, PE – Penambahan kuota haji Sulteng, sebanyak 606 orang mulai tahun 2017, berdampak cukup signifikan, pada pemangkasan antrian daftar tunggu, hingga enam tahun.

Data dari Seksi Sistem Informasi Haji, Bidang Penyelenggaraan Ibadah Haji dan Umrah, Kanwil Kementerian Agama (Kemenag) Sulteng, hingga bulan Januari 2017 lalu, antrian daftar tunggu haji di Sulteng, masih mencapai 20 tahun.

Setelah kuota bertambah, daftar tunggu terpangkas hingga menjadi 14 tahun. Penambahan kuota tersebut, berasal dari pengembalian kuota nasional sebesar 20 persen, yang sebelumnya dipotong oleh Pemerintah Arab Saudi, akibat proyek renovasi Masjidil Haram. Serta penambahan kuota 10.000 jamaah secara nasional, yang diberikan oleh Pemerintah Arab Saudi, baru-baru ini.

Dari penambahan tersebut, jumlah total kuota jamaah haji Sulteng, yang akan diberangkatkan pada tahun ini menjadi 2.000 orang, dibandingkan kuota pada tahun 2016 lalu berjumlah 1398 orang.

“Jadi, kita ketambahan dari pengembalian kuota 20 persen, secara nasional sebanyak 42.200, untuk Sulteng sejumlah 348 orang. Kemudian, dari ketambahan 10.000 orang secara nasional, Sulteng mendapat jatah sebanyak 258 orang, totalnya tahun ini kita ketambahan 606 kuota. Penambahan ini, tentu saja berdampak signifikan, pada daftar tunggu antrian haji,” jelas Kepala Bidang Penyelenggaraan Haji dan Umrah, Kanwil Kemenag Sulteng, Dr. Gasim Yamani, saat ditemui, Senin 13 Maret 2017.

Gasim berharap, jumlah kuota haji saat ini, dapat terus dipertahankan, agar para pendaftar haji, tidak perlu terlalu lama menunggu, untuk berangkat ke tanah suci.

“Bahkan, mudah-mudahan dengan kedatangan Raja Salman baru-baru ini, kita bisa mendapatkan kemungkinan untuk penambahan kuota lagi,” harap Gasim.

Terkait persiapan pelaksanaan ibadah haji tahun 2017, Gasim mengungkapkan secara umum pihaknya telah melakukan berbagai persiapan, terutama dalam hal koordinasi, dengan berbagai pihak terkait, yang juga terlibat pada pelaksanaan haji, di antaranya Pemerintah Provinsi serta beberapa Dinas lainnya.

Untuk kesiapan calon jamaah, Gasim juga menyebutkan, sejauh ini sudah mencapai sekira 90 persen, terkait persoalan administrasi awal.

“Para Jamaah, sudah sekitar 90 persen, yang melengkapi persyaratan administrasi awal, untuk pengurusan visa,” ujarnya.

Data dari Seksi Sistem Informasi Haji, Bidang Penyelenggaraan Ibadah Haji dan Umrah, Kanwil Kementerian Agama (Kemenag) Sulteng, dari 2000 kuota total untuk jamaah haji Sulteng tahun 2017, Kota Palu masih mendominasi, jumlah jamaah terbanyak, yakni sebanyak 766 orang.

Kemudian diikuti Kabupaten Tolitoli sebanyak 236 di peringkat kedua, dan Kabupaten Banggai di peringkat ketiga sebanyak 191 jamaah.
Jumlah jamaah paling sedikit, berasal dari Kabupaten Tojo Unauna, sebanyak 39 orang, dan Kabupaten Buol sebanyak 32 orang.

“Kota Palu masih terbanyak. Karena salah satu kendalanya, di beberapa daerah, masih kurangnya bank yang menggunakan sistem on-line. Sedangkan di Palu, hampir semua bank sudah on-line,” ujar Kepala Seksi Sistem Informasi Haji, Kanwil Kementerian Agama (Kemenag) Sulteng, H. Arifin.

(mg01/Palu Ekspres)

News Feed