oleh

Terus Ditilang Polisi, Pengusaha Bongkar Muat Makin Bingung

BANJARMASIN, PE – Pengusaha bongkar muat di Banjarmasin mengeluhkan tidak ada solusi parkir bongkar muat di sepanjang Jalan Sudimampir. Ini sangat merugikan pengusaha dan pedagang karena selalu ditilang oleh aparat Lalu Lintas Polsekta Banjarmasin Tengah karena menurunkan barang di pinggir jalan Sudimampir.

Owner Lintas Jawa Ekspedisi, Roida Simanjorang, mengatakan bahwa sejak adanya penertiban lalu lintas di kawasan Sudimampir, pihaknya merasa bingung dengan tidak adanya tempat bongkar muat barang di sepanjang Sudimampir.

Padahal selama ini ekspedisinya bongkar muat di jalan Sudimampir karena dekat dengan toko toko pedagang. “Nah sekarang ini dilarang, dan selalu ditilang polisi kalau kami menurunkan barang di sepanjang jalan Sudimampir. Kalau bukan di jalan Sudimampir, ke mana lagi kami menurunkan barang,” ucapnya.

Diakui Roida, ada rambu larangan parkir di kawasan tersebut. Namun tidak ada rambu larangan stop. Artinya mobil bisa saja berhenti sebentar untuk menurunkan angkutan barang. Tapi tetap saja kena tilang. “Kami ingin pemerintah daerah memberikan solusi untuk pengusaha ekspedisi barang di mana tempat yang resmi, atau diberikan batas waktu bongkar muat karena hanya di jalan Sudimampir paling tepat untuk menurunkan barang,” sarannya.

Tak hanya pengusaha ekspedisi, para pembeli di kawasan Sudimampir juga bingung saat ingin mengangkut barang pembelian. Mereka harus kucing-kucingan dengan aparat untuk menaikkan barang ke mobil. “Sekarang susah mau naikkan barang ke mobil, harus lihat dulu ada polisi atau tidak. Biasanya cukup menunggu jemputan di depan Sudimampir, sekarang sudah tidak boleh,” ungkap Lia, salah satu pembeli.

Kepala Dinas Perhubungan Kota Banjarmasin, Ichwan Noor Chalik, menegaskan kawasan tersebut merupakan kawasan tertib lalu lintas. “Kata siapa kami tidak memberikan waktu untuk bongkar muat. Kalau pagi dari jam 7 sampai jam 8 kan masih bisa. Bukan berarti tidak boleh. Kalau perlu sore sekalian. Tapi jangan jam sibuk. Itu menimbulkan macet,” tukasnya.

Menurutnya, bongkar muat tidak boleh lagi seenaknya. “Yang bermasalah hanya kepentingan satu orang. Saya juga sudah dengar mereka mengadu ke Walikota, tapi kami tetap melarang. Jamnya pagi atau sore sekalian. Kalau jam sibuk, seperti jam 10, ya ditilang,” tuntasnya.

(sya/eka/az/dye/PE)

News Feed