Pansus Sorot Rendahnya Penerimaan Perparkiran

  • Whatsapp

PALU, PE – Pansus LKPj Walikota menyoroti rendahnya serapan penerimaan daerah dari sektor retribusi perparkiran di Kota Palu. Khusus untuk parkir tepi jalan, PAD dari retribusi ini hanya tercapai sebesar Rp195 juta.

Sementara titik parkir yang tercatat di Pemkot sebanyak 758 titik. Dengan tarif parkir sesuai perda retribusi jasa umum sebesar Rp2.000 untuk kendaraan roda dua dan Rp3.000 untuk kendaraan roda empat.

Bacaan Lainnya

Sorotan terhadap rendahnya PAD dari sektor retribusi ini dipertanyakan salah satu anggota Pansus, Joppy Alvi Kekung. Politisi PDI-P itu mengungkapkan kemirisannya atas penerimaan itu.

“Jadi hitung-hitungnya dari 758 titik itu, sehari yang masuk kas daerah itu tidak sampai seribu rupiah. Ini bagaimana. Malah sektor parkir ini justru ditopang oleh parkir berlangganan yang malah capaiannya sampai Rp2 miliar,” ujat politisi PDI-Perjuangan itu.

Kritikan yang sama terhadap kinerja Dishub Kota sebagai leading sector pungutan ini, juga disampaikan anggota Pansus yang lain, Ridwan Alimuda. Menurutnya, hal yang perlu ditelusuri lebih dalam soal rendahnya serapan penerimaan dari sektor parkir.

Menurut Ridwan Alimuda, rendahnya serapan itu, karena terlalu banyak kebocoran akibat lemahnya pengawasan Dishub.

“Ini yang harus dibenahi Dishub. Terlalu banyak singgah dulu dari juru parkir ke pengawas dan seterusnya sehingga banyak juga kebocorannya sebelum ke kas daerah,” ujar Ridwan.

Menanggapi itu, Kadishub Kota, Setyo Susanto berdalih rendahnya serapan penerimaan retribusi parkir karena besarnya beban pemkot untuk membiayai juru parkir yang jumlahnya setaraf dengan titik parkir, 758 orang.

Besarnya jumlah juru parkir ini kata dia yang membebani daerah.

“Saya bisa pak untuk memberikan Rp4 miliar dari parkir hanya dengan sekitar duaratusan juru parkir. Tapi, pertanyaanya yang limaratusan juru parkir lain mau dibuang kemana? Mau cari penghasilan kemana mereka?, kasihan Pak,” kelitnya.

Untuk itu, kata dia yang dilakukan pemerintah ke depan adalah membenahi juru parkir yang ada untuk mencegah kebocoran yang lebih besar dari sektor ini. Dishub pun kata dia akan melakukan penambahan titik parkir dengan membuat kantong-kantong parkir baru.

Pengembangan titik parkir yang dimaksudnya dengan mengelola lahan-lahan kosong sebagai titik parkir. Salah satu titik yang ditargetkan yakni lokasi-lokasi pasar baru yang dikembangkan.

“Karena itu kami minta ke Disperingdag kalau bisa ketika buat pasar tolonglah dikoordinasikan dengan kami soal lahan parkirnya. Sehingga jangan sampai lahan warga yang dipakai. Ini tentu akan sulit bagi kami untuk mengelola perparkirannya karena itu milik warga,” ujarnya.

(mrs/Palu Ekspres)

Pos terkait