Peningkatan kapasitas dan kualitas suatu bangsa melalui pembangunan sumber daya manusia (SDM) yang unggul merupakan tugas bersama dalam menciptakan bangsa yang kuat dan negara yang makmur.
“Melalui sumber daya manusia yang unggul tangguh dan berkualitas baik secara fisik dan mental akan berdampak positif, tidak hanya terhadap peningkatan daya saing dan kemandirian bangsa, namun juga dalam mendukung pembangunan nasional,” kata Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Tengah, Yudiawati Vidiana saat membuka secara resmi Konferda V Gerakan Organisasi Penyelenggara Taman Kanak-Kanak Indonesia (GOPTKI) Tahun 2023 yang dilaksanakan DPD Perkumpulan Penyelenggara Pendidikan Anak Usia Dini Provinsi Sulawesi Tengah, Ahad (30/4/2023), Aula BPSDM Provinsi Provinsi Sulteng.
Terkait dengan hal tersebut, Yudiawati yang juga selaku Pembina 2 DPD GOPTKI Provinsi Sulteng menekankan, salah satu hal yang menjadi prioritas utama dalam pembangunan kualitas sumber daya manusia adalah sistem pendidikan yang baik dan bermutu.
Untuk mencapai hal tersebut maka diperlukan penataan terhadap sistem pendidikan secara menyeluruh, terutama yang berkaitan dengan kualitas pendidikan dan tenaga pendidik, khususnya terhadap anak usia dini, karena pada usia tersebut otak anak mudah menerima dan menyerap berbagai macam informasi, tanpa melihat baik dan buruk.
“Itulah masa-masa dimana perkembangan fisik dan mental maupun spritual anak akan mulai terbentuk atau lebih sering disebut dengan usia emas atau golden age,” ujar Yudiawati pada kegiatan yang dihadiri Penasehat DPD GOPTKI Provinsi Sulteng, Pembina DPD GOPTKI Provinsi Sulteng, Ketua GOPTKI Provinsi Sulteng, para Ketua Yayasan GOPTKI Binaan Provinsi Sulteng, Ketua DPC Kabupaten dan Kota se- Sulteng serta kepala sekolah RA dan TK Binaan GOPTKI Provinsi Sulteng.
Pada kesempatan itu, Kadis Pendidikan Provinsi juga menjelaskan bahwa kehadiran Gabungan Organisasi Penyelenggara Taman Kanak-Kanak Indonesia (GOPTKI), seyogyanya dapat memberikan harapan dan perhatian yang besar untuk anak-anak yang berada di pelosok, dalam mengenyam pendidikan anak usia dini, yang relatif murah serta terjangkau secara finansial.
Melalui kemitraan yang telah dibangun bersama oleh seluruh pemangku kepentingan, lembaga pendidikan terkait utamanya Dinas Pendidikan demikian juga dengan Lembaga sosial terutama dengan Gerakan Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga yang memiliki misi sosial dengan kelembagaan yang menjangkau sampai ke lapisan masyarakat terendah.
“Diharapkan dapat menghasilkan beberapa terobosan dan solusi cerdas terhadap pelaksanaan pendidikan anak usia dini, terutama wilayah pelosok pedesaan dalam rangka mempercepat realisasi penciptaan dan pengembangan sumber daya manusia Indonesia yang unggul,” kata Yudiawati dalam sambutannya. (bid/paluekspres)






