Selasa, 19 Mei 2026

Prodi Bahasa Mandarin untuk Pekerja Lokal, Kepala Balai Bahasa : Ini Membunuh Morowali

Prodi Bahasa Mandarin untuk Pekerja Lokal, Kepala Balai Bahasa : Ini Membunuh Morowali
Kepala Balai Bahasa Provinsi Sulteng Dr. Asrif, M.Hum saat menyampaikan materinya pada sesi diskusi Diseminasi Program Perlindungan Bahasa dan Sastra di Sulawesi Tengah, Senin (8/5/2023), di Hotel Best Western Coco Palu. Foto: Abidin

Kepala Balai Bahasa Provinsi Sulawesi Tengah Dr. Asrif, M.Hum merasa prihatin menyikapi kabar pembukaan Prodi Bahasa Mandarin di Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah, untuk mengajarkan kepada warga Morowali dan Morowali Utara agar bisa berbahasa Mandarin.

Pembukaan Prodi tersebut menurut Kepala Balai Bahasa Sulteng sebagai tindaklanjut pendukung aturan yang diterapkan bagi warga Morowali dan Morowali Utara, syarat untuk diterima berkerja di perusahaan di dua daerah penghasil nikel terbesar di Indonesia tersebut.

Menyikapi kabar tersebut, Kepala Balai Bahasa Provinsi Sulawesi Tengah, Dr. Asrif, M.Hum menegaskan, pembukaan Prodi Bahasa Mandarin untuk mengajarkan warga lokal bisa berbahasa Mandarin sebelum bekerja di perusahaan tambang yang beroperasi di dua wilayah tersebut, merupakan bencana kebudayaan bagi masyarakat Sulawesi Tengah.

“Kalau kabar itu benar, maka itu merupakan bencana kebudayaan bagi masyarakat Sulteng,” kata Asrif saat menyampaikan paparannya pada sesi diskusi Diseminasi Program Perlindungan Bahasa dan Sastra di Sulawesi Tengah, Senin (8/5/2023), di Hotel Best Western Coco Palu. Selain Dr. Asrif, dua pemateri  lainnya pada diskusi tersebut adalah Anggota Komisi X DPR RI Sakinah Aljufri dan Staf Ahli Anggota DPR RI, Setiawan SE, MM.

Asrif menegaskan, seiring bertambahnya tenaga kerja asing yang bekerja di Kabupaten Morowali dan Morowali Utara, seharusnya yang dibuka adalah Prodi Bahasa Indonesia. Bukan sebaliknya, dibuka Prodi Bahasa Mandarin untuk mengajarkan tenaga kerja lokal agar bisa berbahasa Mandarin sebelum bekerja pada perusahaan yang beroperasi di Morowali dan Morowali Utara.

“Justru ini membunuh Morowali,” tegas Asrif.

Penerapan aturan seperti itu lanjutnya, sangat mengkhawatirkan dan menyalahi semangat Peraturan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Nomor 12 Tahun 2013 tentang Tata Cara Penggunaan Tenaga Kerja Asing (TKA). Peraturan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi yang menjadi peraturan turunan dari UU Bahasa No. 24/2009. Dalam UU Bahasa itu dijelaskan wajib hukumnya Bahas Indonesia digunakan dalam kontrak kerja, perusahaan negara, swasta dan sebagainya, seharusnya menjadi semangat dalam perekrutan tenaga kerja asing di Morowali dan Morowali Utara.

“Justru ini sebaliknya, diajarkan bahasa Mandarin untuk digunakan berbahasa di rumah kita,” sesalnya.

Dr. Asrif kembali menegaskan, belajar bahasa asing diperlukan dalam rangka pertemuan eksternal, bukan untuk menggantikan bahasa Indonesia di negeri kita. (bid/paluekspres)

gamespools

aceplay99

dewaslot88

slot anti rungkat

ace99play

slot777

Eksplorasi Ritme Permainan Berbasis Data Real-Time Menghadirkan Perspektif Segar dalam Dunia Gaming Interaktif
Evaluasi Matematis Pola Distribusi Simbol Mahjong Ways Dalam Ekosistem Kombinasi Dengan Variasi Nonlinier
Investigasi Pola Adaptif Grid Mahjong Ways Dalam Menghasilkan Distribusi Simbol Dengan Struktur Variatif
Studi Komputasional Dinamika Interaksi Reel Mahjong Ways 3 Menggunakan Kerangka Sistem Stokastik Berkelanjutan
Adopsi Teknologi Machine Learning Menghadirkan Tren Baru dalam Pengembangan Sistem Game Interaktif Modern
Inovasi Visual dan Algoritma Dinamis Menghadirkan Dimensi Pengalaman Baru pada Platform Gaming Masa Kini
Kajian Probabilistik Ragam Kombinasi Mahjong Ways 2 Menggunakan Model Distribusi Interaktif Multilevel
Metode Statistik Adaptif Kini Menjadi Kunci Memahami Pergeseran Ekosistem Game Digital Modern
Evolusi Sistem Interaktif Masa Kini Membentuk Cara Baru Pengguna Memahami Dinamika Digital Harian
Studi Perilaku Digital Terkini Mengungkap Pergeseran Strategi Pengguna dalam Ekosistem Interaktif Modern