Begini Strategi Dirut Baru Pertamina Kembangkan Perusahaan

  • Whatsapp

JAKARTA, PE – Tak ada kejutan dalam pemilihan direktur utama Pertamina. Seperti yang sudah diprediksi, Elia Massa Manik terpilih sebagai pengganti Dwi Soetjipto.

Elia terpilih dalam rapat umum pemegang saham (RUPS), Kamis (16/3). Dia mengalahkan Dirut Krakatau Steel Sukandar dan Staf Khusus Menteri MUN Budi Gunadi Sadikin. Elia menjelaskan, proses penunjukkannya sebagai dirut Pertamina berlangsung sangat cepat.

Bacaan Lainnya

Pekan lalu, dia mendapat kabar penunjukkan tersebut dari Menteri BUMN Rini Soemarno.

‘’Jumat lalu saya dipanggil untuk diberitahukan tentang ini,’’ ujar pria kelahiran Kabanjahe, Kapupaten Karo, Sumatera Utara, 1 Mei 1965 itu.

Namun, dia mengaku tidak pernah dipanggil oleh Presiden Joko Widodo dalam proses pemilihan dirut Pertamina.

‘’Saya hanya dipanggil Menteri BUMN Jumat kemarin, itu saja,’’ imbuh mantan dirut PT Elnusa tersebut.

Jebolan Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan Lingkungan Insitut Teknologi Bandung (ITB) dan pemegang Master of Business Management (MBM) dari Institute of Management Philipina tersebut mengaku akan melakukan strategi total football.

Artinya, seluruh elemen, khususnya jajaran direksi harus menjadi pilar utama dalam menopang seluruh kegiatan perseroan. Dia menambahkan, keterbukaan menjadi tanggung jawab bersama.

‘’Saya maunya semua terbuka, kalau ada masalah di hilir itu tanggung jawab semua direksi. Itulah yang namanya total football,’’ tutur Elia.

Di sisi lain, Deputi Bidang Usaha Jasa Keuangan, Jasa Survei dan Konsultan Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Gatot Trihargo mengungkapkan, pemilihan Elia didasari pada rekam jejak kinerja, kepemimpinan, pengalaman dan kapabilitas.

‘’Tidak ada alasan khusus, kami memilih yang terbaik. Teamwork, leadership, komunikasi dan total football antardireksi,’’ ujar Gatot.

Dia menjelaskan, pemerintah sebagai pemegang saham utama memang menuntut dirut Pertamina bisa mensinergikan jajaran direksi.

Sementara itu, Komisaris Utama Pertamina Tanri Abeng menuturkan, pihaknya membutuhkan sosok yang mampu menggerakkan satu tim, bukan satu orang saja.

Team work yang baik, menurutnya, terbentuk berkat kepercayaan dan komunikasi. Bagi Tanri, Elia memenuhi kriteria kepemimpinan tersebut.

‘’Saya kira dengan kemampuan yang dimiliki beliau karena sudah jadi CEO selama ini dan tugas CEO sama saja, kuncinya managing people. Yang penting membangun komunikasi direksi dan komisaris dan seluruh jajaran,’’ tutur Tanri.

(dee/PE)

Pos terkait