Sabtu, 8 Agustus 2026
Daerah  

Bela Negara, Hak atau Kewajiban?

PALU, PE – Bela negara merupakan sebuah gerakan bagi Warga Negara Indonesia (WNI) untuk kembali menanamkan rasa kecintaan dan nasionalisme terhadap Negara kesatuan Republik Indonesia (NKRI)

Hasan Muhammad, akademisi sekaligud mantan Danyon Resimen Mahasiswa (Menwa) Untad Palu menyebutkan bela negara merupakan hak sekaligus menjadi kewajiban bagi warga negara

“Saya sering lihat kata hak selalu berdampingan dengan baik dengan kata kewajiban. Apa artinya itu, dua kata tersebut saling melengkapi,”kata Hasan dalam seminar bela negara yang digelar bersama Dirjen Strategi Pertahanan Kemenhan Sulteng, Kesbangpol, Korem 132 Tadulako serta Untad, Selasa (21/3).

Hasan mengatakan zaman terus berganti. Zaman ia kuliah dulu sangatlah jauh berbeda dengan kondisi sekarang sekarang.

“Jika mahasiswa Untad dahulu belum ikut latihan bela negara maka tidak akan diwisuda. Akan tetapi saat ini mahasiswa yang akan diwisuda cukup lulus mata kuliah pendidikan kewarganegaraan, jika dirasa kurang atau ingin menambah wawasan tentang bela negara atau wawasan kebangsaan maka mahasiswa dapat mengikuti Ormawa Menwa.”terang Hasan

Budaya dan etnis yang kaya ujar Hasan hendaknya dijadikan berkah khususnya dalam semangat bela negara. Bukan sebaliknya.

M Arif Abdul Wakil Latjuba yang dalam acara ini mewakili Gubernur Sulteng  mengungkapkan nilai-nilai kesadaran berbangsa dan bernegara menjadi hal penting untuk ditanamkan dalam jiwa.

Itu untuk membentengi pengaruh-pengaruh dari berbagai konflik dan ancaman, tantangan, hambatan dan gangguan terhadap kehidupan berbangsa dan bernegara.

karena itu rasa nasionalisme harus terus kita tumbuh-kembangkan dalam diri warga negara agar memiliki sikap peduli dan cinta terhadap tanah air. Semua itu ujar M Arif dapat dilakukan dengan melihat nilai-nilai positif yang ada pada sejarah bangsa yang terkadang dilupakan.

“Sejarah perjuangan bangsa ini telah melukiskan bukti nyata, bahwa hanya dengan semangat gotong royong, semangat persatuan dan kesatuan, rasa cinta tanah air, dan kesadaran bela negara, serta wawasan mengenai kesatuan bangsa, telah mampu menjaga dan menegakkan kemerdekaan NKRI,”sebutnya.

Hadir pula Kasrem 132 Tadulako yang juga sekaligus sebagai Pemateri dalam acara ini Letkol (Inf) Andrian Susanto serta Hani Viktor Tanjung, S.Sos., MSi. Dari Kesbangpol.

Seminar ini bertujuan meningkatkan rasa cinta tanah air, Sadar berbangsa dan bernegara, Yakin pada Pancasila sebagai ideologi negara, Rela berkorban untuk bangsa dan negara serta memiliki Kemampuan awal bela negara.

Dalam seminar ini juga ditekankan oleh Kasrem adalah bela negara bukan berarti wajib militer seperti negara lain yang kita ketahui saat ini.

Menurutnya yang terpenting adalah membangun pemahaman awal dan baru kemudian dilatih kemampuan tehnis lapangan.

Layaknya Indonesia yang dibangun Jiwa terlebih dahulu baru kemudian Raganya.

“Saya perjelas disini, bahwa Bela Negara bukan Wajib Militer. Seperti yang dilakukan negara lain, akan tetapi menyerap hal posifif yang ada dalam dunia militer. Yaitu Kedisiplinan guna mengantisipasi ancaman dan hambatan dalam pertahanan, karena kita ketahui bersama Indonesia yang mempunyai wilayah sangat luas serta penduduk yang sangat banyak dan jumlah tentaranya hanya 250 ribu tentu Bela Negara bagi seluruh rakyat mempunyai peranan sangat penting,” tegas Kasrem.

Kolonel Nofri Rifai Perwakilan dari Kemenhan Sulteng menegaskan bahwa perlunya Bela negara.

Menurutnya bela negara adalah upaya meningkatkan rasa cinta tanah air khususnya di kalangan pemuda yang mulai luntur dikarenakan perubahan zaman yang sangat pesat serta dampak globalisasi yang cenderung menyerap budaya negatifnya saja.

(Humas Pemprov)

Fleksibilitas Baru Dalam Pengelolaan Infrastruktur Dihadirkan Oleh Teknologi Berbasis Cloud
Efisiensi Operasional Meningkat Berkat Teknologi Analitik Modern Dengan Pemantauan Berkelanjutan
Fondasi Baru Untuk Efisiensi Operasional Terbentuk Dari Platform Digital Modern
Adaptasi Terhadap Perubahan Teknologi Dipercepat Melalui Integrasi Kecerdasan Buatan
Pengelolaan Sistem Lebih Efektif Didukung Oleh Teknologi Pemantauan Cerdas
Stabilitas Operasional Terjaga Berkat Teknologi Digital Terintegrasi Dengan Analisis Berkelanjutan
Tantangan Transformasi Digital Dihadapi Secara Efektif Melalui Infrastruktur Modern Berbasis Analitik
Kolaborasi Dan Efisiensi Operasional Diperkuat Oleh Integrasi Teknologi Berbasis Cloud
Akurasi Evaluasi Kinerja Sistem Meningkat Berkat Platform Monitoring Digital
Ketahanan Operasional Di Era Digital Meningkat Melalui Pemanfaatan Analisis Data
Optimalisasi Pola Mahjong Ways Dilakukan melalui Algoritma Probabilistik Cerdas
Dompet Digital Mengubah Kebiasaan Transaksi dalam Ekosistem Monopoly Live
Ancaman Siber Mendorong Industri Permainan Memperkuat Keamanan Infrastruktur Digital
Digitalisasi Administrasi Pangkas Waktu Verifikasi Pengguna Live Blackjack
Perilaku Pemain Modern Dikaji melalui Model Adaptasi Strategis
Media Sosial Memperkuat Hubungan Provider dengan Komunitas Penggemar Gates of Olympus
Mahjong Wins 3 Menunjukkan Pergeseran Tren Hiburan Berbasis Teknologi Modern
Analisis Distribusi Mengungkap Kendala Penayangan Crazy Time di Berbagai Wilayah
Pemetaan Digital Memperkuat Distribusi Server serta Manajemen Trafik Lightning Roulette
Peluang Baru Industri Mahjong Indonesia Muncul dari Pergeseran Perilaku Digital