oleh

FIFGROUP Jajakan Obligasi Rp 15 Triliun

JAKARTA, PE – Manajemen Federal International Finance (FIFGROUP) menjajakan obligasi berkelanjutan III senilai total Rp 15 triliun. Obligasi anak usaha Astra International (ASII) itu, tahap I diterbitkan sejumlah Rp 3,5 triliun. Surat utang itu dikelurkan sejalan dengan rencana perusahaan menggenjot kinerja sepanjang tahun ini.

Berdasar skenario, obligasi berkelanjutan tahap I tersebut diterbitkan dalam bentuk seri A dan B. Seri A bertenor 370 hari dengan indikasi bunga 7,25 persen hingga 7,75 persen. Kemudian seri B berdurasi 36 bulan, dipersenjatai kupon di kisaran 7,9 persen hingga 8,5 persen.

”Kami berharap obligasi ini menjadi salah satu pilihan investasi terbaik dan aman bagi para investor, baik investor individu maupun investor lembaga,” tutur Presiden Direktur & CEO FIFGROUP Suhartono.

Aksi itu merupakan salah satu strategi diversifikasi sumber pendanaan. Selama ini, sumber pendanaan FIFGroup berasal dari lima sumber meliputi pembiayaan bersama dengan porsi 23 persen, pinjaman bank luar negeri 6 persen, pinjaman bank dalam negeri 20 persen, obligasi 18 persen, dan penerimaan angsuran 34 persen.

”Dana hasil obligasi bakal dipakai untuk pembiayaan kredit kepemilikan sepeda motor Honda, melalui brand FIFASTRA,” imbuh Suhartono.

Dalam beberapa tahun terakhir, lanjut Suhartono, kinerja perseroan menunjuk perkembangan sangat mengesankan. Tahun lalu, misalnya sukses mencatat pembiayaan Rp 31,41 miliar, meningkat 14 persen dibanding episode 2015 di kisaran Rp 27,53 miliar.
Dan, Hingga Februari tahun ini, penyaluran pembiayaan telah menyentuh Rp 4,93 miliar, meningkat dibanding periode sama 2016 di kisaran Rp 4,45 miliar.

Karena itu, sepanjang tahun ini, perusahaan tidak ragu memancang pertumbuhan pembiayaan 28 persen. Artinya, dengan raihan tahun lalu di level Rp 31,41 triliun, berarti pembiayaan tahun ini bakal mencapai Rp 36 triliun. Sedang untuk laba bersih diharap tumbuh 10-15 persen menjadi Rp 2,07 triliun dari tahun lalu di kisaran Rp 1,8 triliun.

Sekadar diketahui, penjualan sepeda motor nasional meningkat signifikan sejak episode 2000, dengan rata-rata tingkat pertumbuhan 18 persen. Penjualan Honda secara konsisten mendominasi penjualan sepeda motor di Indonesia. Tahun lalu, pangsa pasar penjualan motor Honda 74 persen. Mayoritas penjualan dilakukan melalui kredit mecapai 68 persen dari total penjualan.

Berdasar area pemasaran, Pulau Jawa mendominasi dengan 62 persen dan luar Jawa 38 persen. Jabodetabek menguasai 23 persen, Jawa Timur (Jatim) 18 persen, DIY dan Jawa Tengah (Jateng) 14 persen, Sumatera 19 persen, Jawa Barat (Jabar) 7 persen, Bali, NTT dan NTB 7 persen, Kalimantan 6 persen, Sulawesi 5 persen dan Papua 1 persen.

Sepeda motor baru masih mendominasi pembiayaan dengan porsi 67 persen, speed motor bekas 24 persen, MPF 7 persen dan mobil 2 persen. Penjualan scutic secara konsisten memimpin dan meningkat secara signifikan dari tahun ke tahun. Di mana, pembiayaan tipe scutik mendominasi dengan porsi 77 persen, cub 12 persen dan sport 11 persen. Untuk motor skutic paling laris adalah beat, scoopi dan vario.

FIFGROUP telah melakukan penawaran umum obligasi sejak tahun 2002, dengan total obligasi telah diterbitkan mencapai Rp 29,25 triliun, jatuh tempo dan dilunasi Rp 20,36 triliun. Nah, guna mendukung penerbitan obligasi ini, FIFGroup telah mendapuk BCA Sekuritas, CIMB Securities Indonesia, DBS Vickers Sekuritas Indonesia, Indo Premier Sekuritas, Mandiri Sekuritas, MNC Securities, dan Trimegah Sekuritas Indonesia, sebagai penjamin emisi.

(far)

News Feed