Morut, PaluEkspres.com – Dewan Adat Wita Mori mengangkat Panglima Kodam XIII/Merdeka Mayjen TNI Chandra Wijaya, MA, menjadi Tadulako Wawainia. Dalam Bahasa daerah lokal, Tadulako Wawainia artinya pemimpin besar yang membawa kesejahteraan di seluruh negeri.
Pengangkatan sebagai warga kehormatan Wita Mori dengan gelar ‘Tadulako Wawainia’ ini disaksikan Bupati Morowali Utara Delis J. Hehi. Prosesi dilaksanakan di rumah jabatan Bupati Morut di Kolonodale, Selasa petang (4/6/2024), dipimpin Ketua Dewan Adat Wita Mori Drs Yulius Pode.
Dalam prosesi adat itu, Pangdam dikenakan ‘bate’ (penutup kepala) sebagai lambang kebesaran dan kehormatan, lalu ‘sambengko’ (selempang) yang melingkar dari bahu ke arah tanah yang bermakna sebagai pembawa kesejahteraan kepada semua lapisan masyarakat.
Ketua Dewan Adat Yulius Pode kemudian menyerahkan ‘ponai’ atau pedang panjang sebagai lambang perjuangan mencapai kesejahteraan bagi masyarakat.
Acara yang berlangsung khidmat ini disaksikan sekitar 120 orang tokoh masyarakat, adat dan agama, pemuda dan perempuan, para pejabat eselon II Pemkab Morut, perwakilan perusahaan-perusahaan yang beroperasi di Morut.
Pangdam XIII/Merdeka Mayjen TNI Chandra Wijaya mengaku kagum dan berterima kasih kepada pemerintah daerah dan masyarakat adat Morut yang telah menerimanya menjadi warga kehormatan dengan gelar ‘Tadulako Wawainia.’
“Saya kagum dengan Morut yang indah dan kaya sumber daya alam serta aman dan tenteram, sehingga saya yakin kesejahteraan masyarakat akan semakin meningkat,” ujarnya.
Dalam kunjungan kerja perdana setelah menjabat Pangdam XIII/Merdeka pada 21 Februari 2024 itu, ia didampingi istri Ny. Fenty Chandra Wijaya selaku Ketua Persit Kartika Chandra Kirana Kodam XIII, Asisten Teritorial, Danrem 132/Tadulako dan Dandim Morowali. (***/paluekspres)






