Palu, PaluEkspres.com – Mahasiswa UIN Datokarama Palu terdapat potensi kerentanan terpapar idiologi ekstrimisme dan radikalisme. Selain itu, fakta moderasi beragama dapat diterima di UIN Datokarama Palu.
Hal itu berdasarkan hasil survei Moderasi Beragama terhadap mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Datokarama Palu yang dilaksanakan oleh LPPM UIN Palu.
Ketua LPPM Dr. Sahran Raden pada paparan hasil survey tersebut, Kamis (25/7/2024), di Aula Pascasarjana UIN Datokarama Palu menjelaskan survey Moderasi Beragama terhadap mahasiswa UIN Datokarama Palu menggunakan rumus Slovin dengan tingkat kepercayaan 95 persen dan tingkat kesalahan 5 persen.
Sebanyak 381 mahasiswa lingkup UIN Datokarama dilibatkan dengan pengambilan sampel secara acak. Waktu pelaksanaan survey mulai 1 hingga 20 Juni 2024.
Survei yang dikoordinir oleh Dr. Sahran Raden, selaku Ketua LPPM UIN Datokarama Palu, menggunakan metode kuantitatif dan analisis deskriftif.
Studi kuantitatif dilakukan dengan teknik survei kepada populasi mahasiswa dan non mahasiswa di empat fakultas yaitu, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan; Fakultas Ushuluddin, Adab dan Dakwah; Fakultas Syariah; dan Fakultas Ekonomi Bisnis Islam.
Studi kuantitatif dilakukan dalam bentuk survei yang melihat indikator moderasi beragama—komitmen kebangsaan, toleransi, dan sikap anti-kekerasan sebagai faktor resiliensi terhadap opini pro-ekstremismekekerasan. Dan Penerimaan terhadap Budaya Lokal.
Survei ini juga menggunakan analisis deskriftif, untuk menganalisis keadaan variable dan indikator moderasi beragama, dengan mengacu pada hasil jawaban responden dan berpedoman pada nilai indeks yakni dengan menentukan nilai rentang skor yakni ; skor actual adalah jawaban seluruh responden atas kusioner yang telah diajukan.
Pengukuran indikator dan variabel indikator moderasi beragama terhadap Mahasiswa UIN Datokarama berdasarkan hasil survey LPPM UIN Palu menunjukkan, Komitmen Kebangsaan Kategori Tinggi, Toleransi kategori Tinggi, Anti Kekerasan kategori Netral, serta Penghargaan Budaya Lokal kategori Tinggi.
Hal menarik dalam survey ini, tingkat kerentanan pada unsur empati yang memfluktuasi nilai toleransi dan intoleransi, menunjukkan secara sumber daya, UIN Datokarama Palu masih perlu memaksimalkan atau mengoptimalkan sebagai PTKIN yang menjadi agen moderasi beragama.
Hal ini berpotensi bisa tumbuhnya gejala ektrimisme dan radikalisme , sehingga membutuhkan strategi operasionalisasi moderasi beragama yang terstruktur dan berkesinambungan.
Moderasi Beragama sebagai sebuah konsep tampaknya telah diterima, diakui dan dirasakan kebutuhannya oleh UIN Datokarama Palu.
Namun secara operasional dan praktikal, masih jauh dalam pemahaman dan sikap moderasi beragama .
Sahran Raden menambahkan, walau dari segi kebijakan terbilang baru, sudah ada usaha UIN Datokarama Palu dalam mempromosikan moderasi beragama dalam hal pendidikan/pengajaran, penelitian dan pengabdian masyarakat, budaya organisasi dan kegiatan kemahasiswaan, KKN Tematik dan Moderasi Beragama.
Meski begitu, tetap diperlukan panduan/modul pedoman dalam menjamin keberlanjutan dan promosi moderasi beragama disertai dengan kegiatan monitoring dan evaluasi yang terstruktur dalam mainstreaming moderasi beragama di UIN Datokarama Palu. Adanya pengintegrasian rumusan Renstra Institusi UIN Datokarama Pau dengan Peta Jalan moderasi beragama
Selain itu, perlunya penguatan struktur kelembagaaan Moderasi Beragama agar lebih leluasa dalam mengatur kegiatan dan anggaran untuk memastikan promosi moderasi beragama di UIN Datokarama Palu berjalan secara efektif. (bid/paluekspres)






