Palu, PaluEkspres.com – PT Palu Citra Minerals tidak hanya memperhatikan prosedur dan legalitas perusahaan dalam pengoperasian, tetapi juga memperhatikan tenaga kerja lokal sebagai karyawannya. Sebanyak 71 persen komposisi tenaga kerja PT CPM adalah warga Sulawesi Tengah.
Berdasarkan verifikasi Dinas Lingkungan Hidup Sulawesi Tengah (DLH Sulteng) pada hasil peninjauan site PT CPM, diketahui bahwa tenaga kerja lokal hasil rekrutmen PT CPM terdiri dari warga lokal tujuh kelurahan Yaitu:
a. Poboya
b. Lasoani
c. Kawatuna
d. Tanamodindi
e. Talise
f. Talise Valangguni
g. Tondo
Karyawan kecamatan Mantikulore ini mengisi 45 persen komposisi tenaga kerja dalam PT CPM yang masuk dalam katagori Ring 1.
Karyawan pada Ring II sebesar 17 persen itu, terdiri dari warga lokal yang berasal dari seluruh kelurahan yang ada di Kota Palu.
Sementara itu, pada Ring III 9 persen karyawan berasal dari seluruh Kabupaten yang ada di Provinsi Sulawesi Tengah.
Sedangkan Ring IV sebanyak 4 persen berasal dari provinsi yang ada di Pulau Sulawesi. Lalu Ring V sebesar 24 persen tenaga kerja Nasional dan Ring V, I0 persen adalah karyawan internasional.
Pernyataan ini disampaikan Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Sulawesi Tengah (DLH Sulteng) dalam Berita Acara Verifikasi Lapangan Kegiatan Pertambangan Emas di Kota Palu Provinsi Sulteng oleh PT Citra Palu Minerals, Rabu (19/2/2025).
Sebelumnya, Sekretaris DLH, Wahid Irawan bersama enam pejabat teknis DLH, mulai dari pengendali dampak lingkungan hidup hingga penelaah teknis kebijakan turun langsung melihat site PT CPM, Rabu kemarin.
CPM Sangat Memperhatikan Kepentingan Warga Sulawesi Tengah
Sementara itu, General Manager External Affairs and Security PT CPM, Amran Amier mengatakan bila dihitung-hitung dalam komposisi karyawan dari beberapa ring tersebut maka komposisi tenaga kerja PT CPM 71 persen adalah warga Sulawesi Tengah.
“Dengan perhitungan, 45 persen Ring 1 berasal dari Kecamatan Mantkulore kalau tambah Kota Palu sebanyak 17 persen artinya ada 62 persen. Bila ditambah Sulawesi Tengah sebesar 9 persen, artinya ada 71 persen tenaga kerja berasal dari Sulteng,” tandas Amran Amier, Kamis (20/2/2025).
Amran menegaskan perusahaan CPM sangat memperhatikan kepentingan warga Sulawesi Tengah dengan keberadaan perusahaan tersebut. Terutama adalah bagaimana memberdayakan warga Sulawesi Tengah sebagai karyawan di perusahaan.
“Perusahaan harus menjadi “rumah” kedua bagi warga Sulawesi Tengah. Dimana warga harus sejahtera sekaligus bisa berkarya, membangun dirinya dan keluarga serta masyarakat,” tandas Amran Amier.
Menurutnya, PT CPM terus berbenah dari berbagai aspek, tak hanya persoalan site, tetapi juga bagaimana mengutamakan intangible asset, yaitu karyawan sebagai Sumber Daya paling penting dalam perusahaan.
Amran berharap masyarakat Sulawesi Tengah dan warga Palu khususnya bisa terus membersamai PT Palu Citra Minerals seterusnya. ***






