Sabtu, 4 April 2026
Daerah  

Dari Medan Tempur ke Garis Depan Ketahanan Pangan, Letkol Inf Alzaki: “Kita Kerja dengan Hati, Hasilnya untuk Rakyat”

Letkol Inf Alzaki
Dansatgas TMMD Kodim 1311/Morowali ini tak segan mengangkat alat, membaur dengan prajurit dan warga, bahu-membahu membangun kandang ayam petelur berkapasitas 2.500 ekor. (Foto: Penrem 132/Tadulako/Prk Akmal Mori)

Morowali, Paluekspres.com – Di bawah terik matahari, Letkol Inf Alzaki tak hanya memberi komando, tapi juga turun langsung ke lapangan. Berbalut seragam loreng, Dansatgas TMMD Kodim 1311/Morowali ini tak segan mengangkat alat, membaur dengan prajurit dan warga, bahu-membahu membangun kandang ayam petelur berkapasitas 2.500 ekor. Bukan sekadar proyek fisik, ini adalah misi besar: membangun ketahanan pangan sekaligus menggerakkan roda ekonomi desa.

“Mari kita teruskan pekerjaan ini dengan hati yang ikhlas, karena hasilnya akan dinikmati oleh masyarakat yang kita cintai,” ujar Alzaki, suaranya tegas namun hangat, membakar semangat para prajurit dan warga yang bekerja bersamanya.

Di Halaman Makodim 1311/Morowali, Desa Bahomohoni, Kecamatan Bungku Tengah, Sulawesi Tengah, semangat gotong-royong terpancar di setiap sudut. TMMD kali ini bukan hanya soal infrastruktur, tapi juga investasi jangka panjang bagi kesejahteraan masyarakat. Dengan kapasitas produksi telur yang besar, program ini diharapkan menjadi solusi konkret bagi kebutuhan protein hewani di Morowali.

“Program ini sejalan dengan visi pemerintah untuk memperkuat ketahanan pangan nasional. Kita ingin masyarakat lebih mandiri, lebih berdaya, dan siap menghadapi tantangan ekonomi ke depan,” kata Alzaki.

Sekilas Letkol Inf Alzaki

Karier Letkol Inf Alzaki bukanlah perjalanan biasa. Lahir dari keluarga sederhana, sampai-sampai harus jadi pengasong, ia meniti karier militernya dengan penuh disiplin dan dedikasi. Alumni Akademi Militer ini pernah bertugas di berbagai medan tempur, mulai dari operasi pengamanan perbatasan hingga penugasan strategis di pusat komando. Kepemimpinannya yang tenang dan penuh perhitungan membuatnya mendapat julukan “pemimpin bertangan dingin.”

Ia juga adalah peraih Adhi Makayasa dan Trisakti Wiratama, sebagai lulusan terbaik Akademi Militer (Akmil) Magelang pada 2004.

Namun, bagi Alzaki, pengabdian tak hanya diukur dari keberhasilannya dalam pendidikan maupun operasi militer, tetapi juga dalam upaya membangun negeri. Melalui program TMMD, ia menunjukkan bahwa tentara bukan hanya penjaga keamanan, tetapi juga agen perubahan sosial.

Di medan tugas, Letkol Alzaki bukan sekadar pemimpin, tetapi juga sahabat bagi anak buahnya. Dengan gaya kepemimpinan yang membumi, ia paham bahwa kekuatan terbesar TNI bukan hanya senjata atau strategi, tapi juga keberpihakan pada rakyat. Dan di Morowali, keberpihakan itu terwujud dalam kerja nyata. ***