Minggu, 5 April 2026
Daerah  

Simak Nih, Pengakuan Pembunuh Siswa SMA Taruna Nusantara

AKBP Zain menyatakan, awalnya polisi mengagendakan 64 adegan. Namun, di lapangan, adegan berkembang menjadi 78 adegan penting untuk dimasukkan dalam berita acara pemeriksaan.

Adegan diawali saat tersangka pergi ke Armada Town Square untuk membeli pisau dapur. Dia membeli dua pisau seharga Rp 50 ribu. Tersangka lantas pulang bersama rekannya ke SMA TN dengan menumpang taksi.

Adegan dilanjutkan di Graha 17, tempat tersangka dan korban tinggal. Digambarkan, sekitar pukul 03.00, pelaku bangun untuk melihat situasi barak. Dia mengenakan baju OSIS biru dan celana abu-abu. Sebelum melakukan eksekusi, pelaku melihat rekan sekamarnya menyetrika baju. Namun, dia mengabaikannya.

Pukul 03.30, pelaku mendekati korban dan berdiri di sampingnya. Adegan berikutnya, pelaku menempelkan pisau ke leher korban yang tengah pulas tertidur dengan lebih dulu meminta maaf. Tidak lama kemudian, korban dihabisi. Setelah itu, pelaku meninggalkan kamar korban. Dia bahkan sempat bertegur sapa dengan rekannya yang sedang menyetrika baju.

Sesampai di kamar, pelaku berganti baju. Setelah sadar kacamatanya hilang karena ditarik korban, pelaku kembali ke kamar korban untuk mengambil kacamata dan akhirnya meletakkannya di lemari.

Selanjutnya, pelaku juga menarik pisau yang masih menempel di leher korban dan membuangnya di bawah tempat tidur temannya. Merasa harus menghilangkan barang bukti, dia lantas membawa bajunya yang berlumuran darah dan mengambil pisaunya lagi dari bawah tempat tidur untuk dibersihkan dengan baju milik salah satu rekannya.