Sabtu, 4 April 2026
News  

Gubernur Sulteng Hadiri Rembuk Budaya di Buol, Dapat Gelar Kehormatan dari Raja Buol

Buol, PaluEkspres.com — Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid, melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Buol untuk menghadiri kegiatan Rembuk Budaya Bokid Hadat yang digelar perdana di wilayah tersebut. Gubernur tiba di Bandara Pogogul, Buol, Selasa (27/5) siang, bersama Wakil Gubernur dr. Reny Lamadjido.

Kedatangan rombongan disambut meriah oleh jajaran pemerintah daerah dan masyarakat, termasuk barisan siswa-siswi yang berdiri di sepanjang jalan, menyuguhkan antusiasme tinggi terhadap kunjungan perdana Anwar Hafid dan Reny Lamadjido di Tanah Pogogul.

Rembuk Budaya Bokid Hadat dijadwalkan berlangsung selama dua hari, 28 hingga 29 Mei 2025, di Anjungan Leok, Aula Kantor Bupati Buol. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya pelestarian budaya lokal sekaligus penguatan identitas daerah, yang menandai komitmen Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah terhadap pembangunan berbasis kebudayaan.

Dalam forum tersebut, empat rekomendasi utama akan dirumuskan. Pertama, penguatan kelembagaan Kerajaan dan Dewan Adat Buol agar tetap berperan dalam dinamika sosial masyarakat. Kedua, pembentukan Peradilan Adat Buol sebagai alternatif penyelesaian sengketa berbasis hukum adat.

Dua rekomendasi lainnya menitikberatkan pada pelestarian seni dan bahasa lokal, yakni pembentukan Dewan Kesenian Buol serta integrasi literasi Bahasa Buol ke dalam kurikulum muatan lokal tingkat dasar dan menengah.

Usai menunaikan salat berjamaah di Masjid Agung Buol, Gubernur dan Wakil Gubernur bertolak ke Istana Raja Buol. Di sana, keduanya disambut dengan upacara adat sebagai tamu kehormatan Kerajaan Buol.

Raja Buol, Moh. Syafri Turungku, menganugerahkan gelar kehormatan Tau Doka (orang besar) kepada Gubernur Anwar Hafid, yang disimbolkan melalui pengenaan songgo taud (penutup kepala kehormatan). Sementara Wakil Gubernur dr. Reny Lamadjido menerima penyematan gelar serupa oleh permaisuri Raja Buol, Lismeta Abd Habid, yang ditandai dengan pemberian sarung khas Buol.

“Ini merupakan suatu kehormatan tertinggi bagi masyarakat Buol menerima kunjungan kerja dari Bapak Gubernur dan Wakil Gubernur Sulawesi Tengah,” ujar Raja Buol dalam sambutannya.

Menurutnya, penyematan gelar kehormatan ini merupakan bentuk penghormatan terhadap adat-istiadat yang perlu dijaga kelestariannya. Ia berharap momentum tersebut menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk terus menjaga nilai-nilai budaya warisan leluhur.

“Kami berharap momen ini dapat menjadi teladan dan inspirasi bagi generasi muda untuk menjaga dan melestarikan adat istiadat kita,” tandasnya.***