Selasa, 28 April 2026
News  

Gubernur Anwar Hafid Buka Rembuk Budaya Buol 2025: “Budaya Bukan Sekadar Warisan”

Buol, PaluEkspres.com – Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid, resmi membuka kegiatan Rembuk Budaya Buol 2025 yang digelar di Anjungan Leok 1, Kabupaten Buol, Selasa (27/5/2025) sore.

Kegiatan ini digadang sebagai forum strategis untuk menghidupkan kembali nilai-nilai budaya lokal di tengah laju modernisasi. Anwar Hafid menegaskan, rembuk budaya bukan sekadar ajang seremonial, tetapi menjadi tonggak penting untuk merumuskan arah pelestarian budaya daerah. 

“Rembuk Budaya ini bukan hanya wadah pelestarian tradisi, tapi juga forum masyarakat dan pemerintah untuk menyusun strategi budaya ke depan,” ujar Anwar.

Pembukaan ditandai dengan pemukulan gong oleh Anwar Hafid. “Dengan mengucap bismillah, Rembuk Budaya Buol saya nyatakan dibuka,” katanya di hadapan peserta yang terdiri dari dewan adat, tokoh masyarakat, dan pemangku adat se-Kabupaten Buol.

Kunjungan ke Buol ini juga menjadi istimewa bagi Anwar Hafid karena merupakan kunjungan kerja perdana sejak dirinya dan Wakil Gubernur Reny Lamadjido dilantik.

“Saya nyatakan hari ini, Buol adalah daerah pertama yang kami kunjungi setelah dilantik sebagai gubernur dan wakil gubernur,” ucapnya.

Mengusung tema: “Penguatan Ketahanan Budaya, Ripuh Noto Tanda Nio”, Anwar menyebut kegiatan ini sejalan dengan visi program Berani Berkah yang diusung Pemprov Sulteng.

“Lewat Berani Berkah, nilai budaya, religi, dan adat kita kuatkan lagi,” jelasnya.

Tak datang sendiri, Anwar Hafid memboyong seluruh kepala OPD Pemprov Sulteng untuk langsung berdiskusi dan berkolaborasi dengan pemerintah Kabupaten Buol.

“Ada 48 kepala dinas, Kepala BPS, Direktur BPJS, bahkan Kepala Bank Pembangunan Sulteng ikut hadir. Kami tidak datang untuk ‘tunjuk muka’, tapi bawa solusi,” tegasnya.

Sementara itu, Raja Buol, Mohammad Safri Turungku, menegaskan pentingnya rembuk budaya sebagai langkah konkret menjaga eksistensi adat dan tradisi kerajaan.

“Saya mendukung penuh kegiatan ini, termasuk pembentukan sistem peradilan adat Buol. Budaya bukan sekadar warisan masa lalu, di sini kita tetapkan kembali,” ungkap Raja Safri.

Ia juga menitip pesan kepada generasi muda untuk kembali mempelajari budaya sebagai identitas dan masa depan mereka.

“Insyaallah, saya siap menjadi pelindung dan pengayom agar hasil rembuk ini dijalankan dengan bijak.”

Bupati Buol, Risharyudi Triwibowo, juga menyambut baik kegiatan ini. Ia menilai hukum adat masih sangat relevan dalam penyelesaian persoalan sosial.

“Kalau masalahnya kecil, jangan langsung ke hukum formal. Selesaikan dulu lewat adat,” ucapnya.

Risharyudi juga menegaskan komitmen Kabupaten Buol untuk mendukung penuh seluruh program Gubernur dan Wakil Gubernur Sulteng, termasuk 9 Program Berani.

“Insyaallah Buol siap berkolaborasi dan mendukung penuh program bapak dan ibu gubernur,” pungkasnya. ***

gamespools

aceplay99

dewaslot88

slot anti rungkat

ace99play

slot777