Kamis, 14 Mei 2026

Gubernur Anwar Hafid Dianugerahi Gelar Tomaoge Tomanasa ri Tanah Kaili

Palu, PaluEkspres.com – Gubernur Dr. H. Anwar Hafid, M.Si telah merefleksikan nilai-nilai budaya Kaili lewat dua lagu berbahasa Kaili yang ia ciptakan dan nyanyikan, ‘Himo Yaku’ dan ‘Vula Belo’.

Penciptaan kedua lagu adalah bentuk penghormatan Gubernur Anwar Hafid terhadap Tanah Kaili sebagaimana peribahasa “Di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung”.

Oleh karena itu, ia mengucapkan terima kasih dan penuh rasa syukur atas penobatan dirinya sebagai Tomaoge Tomanasa Ri Tanah Kaili, pada acara Kongres Posintomu Todea (Libu Mbaso) Adat Budaya Kaili di Hotel Palu Golden, Sabtu (19/7).

“Mudah-mudahan ini menjadi penguatan bagi saya agar semakin kuat berdiri untuk melayani berbagai problematika masyarakat,” ucapnya atas gelar Tomaoge Tomanasa Ri Tanah Kaili dari pengurus besar Forum Pemuda Kaili Bangkit (FPKB).

Dalam sambutannya, Gubernur Anwar Hafid mengulas pentingnya integrasi nilai-nilai kearifan lokal dan religiusitas dalam pembangunan daerah yang diangkat lewat program BERANI Berkah.

Ia mencontohkan kemajuan Jepang, tak lepas dari sikap dan perilaku masyarakatnya yang sangat menjunjung tinggi budaya dan kearifan lokal ‘Bushido’, yang kemudian mereka pedomani untuk membangun kembali Jepang pasca-Perang Dunia II.

Sejalan dengan itu, Gubernur Anwar Hafid berharap agar hasil-hasil yang dicapai dalam kongres dapat mengajak masyarakat untuk mencintai dan melestarikan adat istiadat, budaya dan kearifan lokal Kaili, sebagai perisai untuk menangkal pengaruh-pengaruh luar yang negatif.

“Nilai adat budaya ini sangat penting bagi kita semua,” tegasnya yang mengajak semua pihak bekerjasama mengangkat kembali nilai-nilai kearifan lokal dalam pembangunan Sulteng.

Gubernur memberikan contoh lain, masyarakat adat di Kecamatan Lindu, Kabupaten Sigi dalam pandangannya sangat memegang teguh hukum-hukum adat dan terbukti hingga saat ini tidak dijumpai adanya kerusakan lingkungan di kawasan taman nasional dengan pemberlakuan ‘givu’ atau sanksi adat.

“Adat itu kalau dia tegak, lebih kuat dari aturan pemerintah,” sambungnya menambahkan.

Gubernur melanjutkan, dalam RPJMD Provinsi Sulteng 2025-2029 telah diprogramkan pemberian bantuan kepada lembaga-lembaga adat di kabupaten kota.

Bantuan tersebut untuk merawat rumah-rumah adat sebagai simbol tegaknya budaya dan juga menjadi daya tarik bagi pariwisata.

“Pemberian bantuan tiap tahun supaya rumah-rumah adat kita beroperasi dan jadi kebanggaan masyarakat,” jelasnya.

Turut hadir di acara, Ketua TP-PKK Sulteng Ny. Sry Nirwanti Bahasoan, Wagub dr. Reny A. Lamadjido, Sp.PK., M.Kes, Asisten Pemerintahan dan Kesra Dr. Fahrudin, S.Sos., M.Si, Kaban Kesbangpol Drs. Arfan, M.Si, Kadis Perkimtan Abdul Haris Karim, S.T., M.M, Kadispora Drs. Irvan Aryanto, M.Si dan Plt Kadis Pangan Drs. Rustam Arifudin, M.Si. ***

gamespools

aceplay99

dewaslot88

slot anti rungkat

ace99play

slot777

Pengembangan Strategi Digital yang Lebih Efektif melalui Analisis Mendalam terhadap Pola Permainan yang Tepat
Perilaku Pemain Kini Semakin Banyak Dikaji untuk Membentuk Strategi Bermain yang Lebih Efisien dan Terarah
Sistem Adaptif di Gates Of Olympus Perlahan Menyusun Ulang Interaksi dan Membuka Pola Baru yang Lebih Dinamis
Teknik Manajemen Risiko Bermain di Game Online Viral melalui Observasi Pola Kemenangan
Tren Media Sosial Terbaru Disebut Membuat Feed Pengguna Semakin Variatif Majong Ways 2
Penyusunan Arah Digital yang Lebih Efisien melalui Kajian Rinci pada Ritme Bermain Akurat
Kebiasaan Pemain Saat Ini Makin Sering Ditelusuri demi Merancang Taktik Main Lebih Efisien dan Terstruktur
Mekanisme Adaptif Gates Of Olympus Perlahan Mengubah Alur Respons dan Memunculkan Formasi Baru yang Lebih Dinamis
Pendekatan Pengendalian Risiko dalam Game Online Viral lewat Pemantauan Skema Kemenangan
Perkembangan Media Sosial Terkini Dinilai Membuat Tampilan Feed Pengguna Majong Ways 2 Kian Beragam
Taktik Bermain Game Online
Sugar Rush
Gameplay Interaktif
Sistem Permainan Modern
Mahjongways Kasino Online