“Kelapa tidak boleh lagi dijual gelondongan. Dari 2,8 juta ton ekspor kelapa bernilai Rp24 triliun per tahun, kalau diolah menjadi coconut milk atau produk turunannya, nilainya bisa naik seratus kali lipat, mencapai Rp2.400 triliun. Ambil separuhnya saja, itu Rp1.200 triliun,” jelas Andi Amran dengan nada penuh keyakinan.
Melalui Anggaran Belanja Tambahan (ABT) senilai Rp9,95 triliun, Kementan menyiapkan benih dan bibit gratis bagi petani di seluruh Indonesia. Program ini mencakup 800 ribu hektare lahan perkebunan dan diproyeksikan menyerap 1,6 juta tenaga kerja baru dalam dua tahun.
Tak hanya kelapa, komoditas gambir pun menjadi fokus hilirisasi. Indonesia yang selama ini menyuplai 80% kebutuhan dunia, diarahkan untuk memproduksi turunan bernilai ekspor seperti tinta, kosmetik, hingga bahan farmasi.
“Hilirisasi bukan sekadar kebijakan ekonomi, ini adalah jalan menuju kedaulatan rakyat desa, agar hasil keringat mereka menjadi nilai yang kembali ke bumi sendiri.”
Cermin Kepercayaan Publik
Kinerja luar biasa ini mendapat pengakuan luas. Berdasarkan survei Litbang Kompas, tingkat kepuasan masyarakat terhadap kinerja Kementerian Pertanian (Kementan) mencapai 71,5% angka yang mencerminkan kepercayaan rakyat terhadap kerja nyata di lapangan.
“Ini angka yang cukup tinggi,” tulis laporan survei tersebut, “karena masyarakat melihat langsung hasil kebijakan Kementan dalam memperkuat ketahanan pangan”.
Kepuasan publik ini menjadi indikator bahwa arah kebijakan pertanian Indonesia berjalan di jalur yang benar, berpihak pada petani, menjamin pasokan dan menjaga harga agar tetap stabil bagi konsumen.
Satu Komando Menuju Kedaulatan
Apresiasi juga datang dari Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan (Menko Zulhas), yang memuji kesungguhan Andi Amran Sulaiman dalam menjalankan amanah negara.
“Pak Mentan, selamat atas tambahan tugas. Saya kadang-kadang kasihan melihat beliau, karena beban tugasnya tidak ringan. Tapi kita tahu, Pak Presiden pikirannya besar dan dampaknya luas, sesuai tujuan kita untuk merdeka pangan.”
Menko Zulhas juga mengingatkan bahwa semua pihak harus berjalan satu arah:






