“Tidak mungkin kita menjadi negara maju tanpa kedaulatan pangan. Ini menyangkut hajat hidup orang banyak, nasib petani, nelayan dan peternak. Karena itu, kita semua harus satu komando di bawah Presiden Prabowo. Tidak boleh ada manuver lain” tuturnya.
“Satu visi, satu arah, satu komando, demi kedaulatan pangan Indonesia. Karena yang kita perjuangkan bukan hanya swasembada, tapi martabat bangsa.”
Menutup Jalan Panjang Menuju Kedaulatan
Perjalanan ini belum berakhir, tetapi arah sudah jelas. Di bawah kepemimpinan Andi Amran Sulaiman, sektor pertanian bergerak cepat menuju kemandirian pangan yang nyata.
Ia tahu benar, tantangan tidak akan pernah habis. Tapi seperti pesan ayahnya, ia memilih untuk tidak berhenti, sebelum tugasnya selesai.
Swasembada bukanlah akhir, melainkan gerbang menuju ekosistem pangan nasional yang berdaulat, berkeadilan dan berkelanjutan.
“Kita tidak sekadar ingin swasembada, tapi ingin memastikan bahwa petani makmur, rakyat tenang dan Indonesia berdiri di atas kaki sendiri”.
Penutup
Dari Barak di Bone Sulawesi Selatan hingga ruang rapat Istana, dari lumpur sawah hingga forum internasional, langkah Andi Amran Sulaiman adalah simbol bahwa kerja keras, keberanian dan keikhlasan adalah tiga kunci utama menuju kejayaan bangsa.
Di tangannya, amanah bukan beban, melainkan ibadah.
Dan seperti pesan sang ayah yang kini menjadi pesan bangsa:
“Jangan berhenti sebelum tugasmu selesai”
Eramas 2000, 14 Oktober 2025
Penulis, Aktivis dan Pemerhati Organisasi






