Selasa, 11 Agustus 2026
News  

Bunda Literasi: Minat Baca Anak Sangat Rendah

Bunda Literasi: Minat Baca Anak Sangat Rendah
Bunda Literasi Diah Puspita menyerahkan piagam kepada para penulis dan penerjemah buku cerita anak dwibahasa, Jumat (24/10/2025), di Hotel Santika Palu. Foto: Fitra

Palu, PaluEkspres.com – Balai Bahasa Provinsi Sulawesi Tengah kembali menunjukkan komitmennya dalam menjaga dan melestarikan bahasa daerah melalui kegiatan diseminasi Produk Penerjemahan Buku Cerita Anak Dwibahasa tahun 2025, Jumat (24/10/2025), di Hotel Santika Palu.

Kegiatan ini menjadi wadah strategis untuk memperkuat upaya pelindungan bahasa dan sastra daerah agar tetap hidup, berkembang, dan diwariskan kepada generasi muda di tengah arus globalisasi yang kian kuat.
Ketua TP PKK Kota Palu, Hj. Diah Puspita, S.Ap, M.Ap, sekaligus Bunda Literasi menjelaskan masih banyak perspektif masyarakat bahwa literasi itu sekadar membaca dan menulis, padahal literasi itu ada banyak hal. Seperti literasi bahasa, budaya, dan digital.

Menurutnya, literasi adalah seperangkat keterampilan yang memungkinkan seseorang untuk memahami, menginterpretasikan, menciptakan, dan mengomunikasikan informasi dalam berbagai bentuk. Lebih dari sekadar membaca dan menulis, literasi mencakup kemampuan berhitung (numerasi), sains, digital, finansial, dan budaya untuk berpartisipasi penuh dalam masyarakat.

“Saya ingin menyampaikan bahwa literasi di Kota Palu masih memiliki tantangan yang cukup besar, minat baca dari anak-anak masih cukup kurang dengan akses buku yang sangat terbatas dan bahan bacaan lokal masih kurang bervariasi sehingga mengakibatkan minat baca dari anak-anak masih rendah,” kata Diah Puspita selaku narasumber pada Dialog Diseminasi Buku Cerita Anak Dwibahasa Tahun 2025 yang digelar Balai Bahasa Provinsi Sulteng.

Sehingga, dengan adanya kegiatan peluncuran buku cerita penerjemahan dwibahasa ini bisa menjadi sebuah solusi kreatif dalam menggerakkan budaya literasi sejak dini. Karena anak-anak sejak usia dini sudah harus diperkenalkan budaya dan bahasa ibu mereka masing-masing.

“Bukan hanya di Kota Palu saja, saya juga orang Padang dan di sana bahasa daerah hampir punah. Karena anak-anak sudah hampir semuanya memakai bahasa Indonesia, sehingga para penerjemah dan teman-teman akademisi, saya harapkan untuk ke depannya bisa berkolaborasi dengan pemerintah daerah, perguruan tinggi dan para pegiat literasi,” imbuhnya.

Ia juga sering menjumpai di setiap bandara, bahasa daerah setempat menjadi salah satu bahasa yang digunakan saat menyampaikan pengumuman kepada pengunjung, bersama dengan bahasa Indonesia dan bahasa Inggris.

“Kalau boleh jujur, walaupun saya orang Padang tapi saya fasih bahasa Kaili. Karena saya mau belajar, karena di mana bumi dipijak di situ langit dijunjung. Jadi kenapa kita sebagai masyarakat Indonesia tidak mampu menjunjung tinggi bahasa daerah di mana kita saat ini domisili,” ujarnya.

Ia mengungkapkan, hasil penelitian yang dirilis perpustakaan nasional pada tahun 2024, minat baca secara nasional poinnya masih di angka 60,9 atau masih pada level. Sedangkan untuk minat baca di Sulawesi Tengah masih pada level sangat rendah. “Ini menjadi PR (pekerjaan rumah) bersama, saya selaku Bunda Literasi dan teman-teman sebagai pegiat literasi, komunitas para pembaca, dan penerjemah ayo kita duduk bersama untuk mencari solusi agar bisa meningkatkan budaya literasi di Kota Palu khususnya dan Sulawesi Tengah pada umumnya,” kata Diah Puspita.

Diah Puspita mengakui, tantangan utama yang ada di kota Palu selama ini adalah akses buku yang masih sangat terbatas, terutama di wilayah pinggiran. Tahun lalu menurutnya, ia sempat audiensi ke Kementerian Pendidikan untuk menyampaikan aspirasi dari sekolah Alkhairaat keterbatasan akses membaca buku. Mereka sangat berkeinginan untuk memperbanyak literasi melalui membaca buku.

“Saya sempat berkomunikasi pada kementerian untuk menyampaikan keresahan saya, alhamdulillah mereka sangat terbuka dan mengirimkan begitu banyak buku,” ujarnya.
“Jadi untuk teman-teman yang hadir, apabila ada yang membutuhkan buku, apalagi untuk pelajar dan mahasiswa, mari kita duduk bersama lalu mencari solusinya, agar anak-anak dapat meningkatkan minat literasinya,” tambahnya sebagai catatan dialog diseminasi buku yang digelar Balai Bahasa Provinsi Sulteng. (fit/paluekspres)

Fleksibilitas Baru Dalam Pengelolaan Infrastruktur Dihadirkan Oleh Teknologi Berbasis Cloud
Efisiensi Operasional Meningkat Berkat Teknologi Analitik Modern Dengan Pemantauan Berkelanjutan
Fondasi Baru Untuk Efisiensi Operasional Terbentuk Dari Platform Digital Modern
Adaptasi Terhadap Perubahan Teknologi Dipercepat Melalui Integrasi Kecerdasan Buatan
Pengelolaan Sistem Lebih Efektif Didukung Oleh Teknologi Pemantauan Cerdas
Stabilitas Operasional Terjaga Berkat Teknologi Digital Terintegrasi Dengan Analisis Berkelanjutan
Tantangan Transformasi Digital Dihadapi Secara Efektif Melalui Infrastruktur Modern Berbasis Analitik
Kolaborasi Dan Efisiensi Operasional Diperkuat Oleh Integrasi Teknologi Berbasis Cloud
Akurasi Evaluasi Kinerja Sistem Meningkat Berkat Platform Monitoring Digital
Ketahanan Operasional Di Era Digital Meningkat Melalui Pemanfaatan Analisis Data
Optimalisasi Pola Mahjong Ways Dilakukan melalui Algoritma Probabilistik Cerdas
Dompet Digital Mengubah Kebiasaan Transaksi dalam Ekosistem Monopoly Live
Ancaman Siber Mendorong Industri Permainan Memperkuat Keamanan Infrastruktur Digital
Digitalisasi Administrasi Pangkas Waktu Verifikasi Pengguna Live Blackjack
Perilaku Pemain Modern Dikaji melalui Model Adaptasi Strategis
Media Sosial Memperkuat Hubungan Provider dengan Komunitas Penggemar Gates of Olympus
Mahjong Wins 3 Menunjukkan Pergeseran Tren Hiburan Berbasis Teknologi Modern
Analisis Distribusi Mengungkap Kendala Penayangan Crazy Time di Berbagai Wilayah
Pemetaan Digital Memperkuat Distribusi Server serta Manajemen Trafik Lightning Roulette
Peluang Baru Industri Mahjong Indonesia Muncul dari Pergeseran Perilaku Digital
Pendekatan Baru Dalam Pengelolaan Platform Permainan Daring Modern Terbentuk Dari Blockchain Dan Big Data
Skalabilitas Game Online Di Tengah Pertumbuhan Pengguna Digital Global Didukung Infrastruktur Cloud Native
Transparansi Ekosistem Game Online Berbasis Teknologi Masa Kini Didukung Blockchain Modern Dan Smart Contract
Ekosistem Game Modern Yang Lebih Terhubung Terbentuk Dari Integrasi Internet Of Things Dan Artificial Intelligence
Industri Game Modern Menyesuaikan Layanan Dengan Perubahan Perilaku Digital Berkat AI Berbasis Prediksi
Performa Game Multiplayer Meningkat Melalui Teknologi Edge Computing Dengan Pemrosesan Data Lebih Cepat
Platform Game Multiplayer Mengantisipasi Ancaman Siber Lebih Efektif Berkat Cyber Intelligence Modern
Pengembangan Game Modern Menjadi Lebih Fleksibel Dan Adaptif Berkat Artificial Intelligence Berbasis Cloud
Transformasi Digital Perusahaan Skala Kecil Dan Menengah Dipercepat Melalui Pengembangan Aplikasi Low Code
Visibilitas Konten Pada Google Discover Meningkat Secara Organik Berkat Strategi Search Engine Optimization