Resmikan Ruang Press Room, OJK Sulteng Fasilitasi Jurnalis Peroleh Informasi Cepat dan Akurat

  • Whatsapp
Resmikan Ruang Press Room, OJK Sulteng Fasilitasi Jurnalis Peroleh Informasi Cepat dan Akurat
Kepala OJK Sulteng Bonny Hardi Putra berbincang dengan para jurnalis di ruang press room di area kantor OJK Sulteng, Kamis (18/12/2025). Foto: Fuad

Palu, PaluEkspres.com – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sulawesi Tengah menggelar silaturahmi bersama sejumlah awak media Kota Palu, Kamis (18/12/2025), di Kantor OJK Provinsi Sulawesi Tengah.

Kegiatan ini menjadi momentum untuk mempererat sinergi dan koordinasi antara OJK dan wartawan dalam penyampaian informasi sektor jasa keuangan kepada masyarakat.

Bacaan Lainnya

Silaturahmi ini dirangkaikan dengan peresmian ruang koordinasi bagi rekan media oleh Kepala OJK Provinsi Sulteng, Bonny Hardi Putra, didampingi salah seorang perwakilan wartawan senior, Tasman Banto. Ruang koordinasi alias press room ini berada di area kantor OJK Sulteng, Jalan Kartini Kota Palu.

“Sebisa mungkin, kami memberikan informasi yang cepat serta akurat, dan dapat dipertanggung jawabkan. Saya terbuka untuk akses rekan-rekan media karena di sektor keuangan sangat sensitif dengan isu. Dan lembaga keuangan harus dapat menjaga kepercayaan masyarakat sehingga ketika ada isu miring, hal ini akan berpengaruh pada kepercayaan pada nasabah,” kata Kepala OJK Provinsi Sulteng, Bonny Hardi Putra, saat memberi sambutan pada acara silaturahmi bersama para awak media Kota Palu.

Ia menjelaskan, sektor jasa keuangan memiliki sensitif yang lumayan besar sehingga jika terdapat isu yang tersebar perlu adanya konfirmasi terlebih dahulu, apakah benar isu tersebut.

“Salah satu contohnya kami mendapatkan bantuan dari para awak media saat ada permasalahan Omnicom Group (OMC) para calon korban menunjukkan penolakan untuk menutup OMC. Sehingga banyak dari calon korban yang memberikan ujaran tidak suka terhadap OJK. Puncaknya pada saat dihentikan oleh Satgas PASTI Sulteng sehingga OJK harus menghadapi permasalahan untuk meredam emosi masyarakat khususnya calon korban,” ujarnya.

Ia menilai, kondisi tersebut tidak lepas dari masih minimnya pemahaman masyarakat terhadap sektor jasa keuangan.

Terkait hal itu, Bonny mengungkapkan bahwa di awal tahun terdapat selisih yang cukup besar antara literasi dan inklusi yang ada di Sulawesi Tengah. Investasi Sulawesi Tengah

“Cukup besar selisihnya dengan tahun kemarin 40% di antaranya 80% inklusi dan 20% literasi,” tambahnya. (fuad/paluekspres)

Pos terkait