Sabtu, 8 Agustus 2026

Aset Perbankan di Sulteng pada November 2024 Melanjutkan Pertumbuhan 2 Digit

Aset Perbankan di Sulteng pada November 2024 Melanjutkan Pertumbuhan 2 Digit
Kepala OJK Sulawesi Tengah, Bonny Hardi Putra pada bincang santai dengan sejumlah awak media, Jumat (31/1/2025) di Café Tanaris Kota Palu.. Foto: Irma

Palu, PaluEkspres.com – Otoritas Jasa Keuangan Sulawesi Tengah (OJK Sulteng) menilai kondisi Industri Jasa Keuangan (IJK) di wilayah Sulawesi Tengah per 30 November 2024 tetap terjaga stabil dengan kinerja yang positif, likuiditas yang memadai, dan profil risiko yang terjaga.

“Perkembangan industri perbankan, industri keuangan non-bank dan pasar modal di Sulawesi Tengah tumbuh positif seiring dengan kegiatan edukasi dan inklusi keuangan serta pelindungan konsumen yang dilakukan secara berkelanjutan,” kata Kepala OJK Sulawesi Tengah, Bonny Hardi Putra pada bincang santai dengan sejumlah awak media, Jumat (31/1/2025) di Café Tanaris Kota Palu.

Pada posisi 30 November 2024 kata Bonny Hardi Putra, seluruh indikator perbankan mengalami pertumbuhan positif secara year-on-year (yoy) dengan posisi aset perbankan tercatat sebesar Rp76,44 triliun atau tumbuh 19,64 persen (yoy), dibanding periode yang sama pada 2023 sebesar  Rp63,89  Triliun.

Secara bulanan (m to m), total asset perbankan pada Juli 2024 sebesar Rp71,70 Triliun, Agustus 2024 sebesar  Rp71,94 Triliun, September 2024 sebesar Rp73,58 Triliun, dan Oktober 2024 tercatat Rp75,63 triliun, dan November 2024 mencapai Rp76,44 Triliun.

Penyaluran kredit pada 30 November 2024 mencapai Rp58,44 triliun atau tumbuh 21,02 persen (yoy) dibanding periode yang sama pada 2023 yang tercatat Rp48,29 Triliun.

Tren positif pada pertumbuhan kredit terlihat enam bulan berturut-turut pada 2024 yaitu, pada bulan Juli tercatat Rp55,69 Triliun, bulan Agustus sebesar Rp56,60 Triliun, dan bulan September sebesar Rp57,26 Triliun, lalu pada Oktober 2024 tercatat Rp57,86 Triliun, dan pada November 2024 mencapai Rp58,44 Triliun.

Sementara  penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK) pada November 2024 sebesar Rp36,34 triliun atau tumbuh 7,39 persen (yoy) dibanding periode yang sama pada 2023, yakni sebesar Rp33,84 Triliun.

Secara bulanan (m to m), penghimpunan dana pihak ketiga (DPK) pada November 2024 yang mencapai Rp36,34 Triliun, mengalami perlambatan dibanding pada periode sebelumnya, bulan Oktober 2024, yang mencapai Rp36,85 Triliun.

Kinerja intermediasi perbankan terjaga pada level yang tinggi dengan Loan to Deposit Ratio (LDR) mencapai 160,84 persen dan tingkat rasio kredit bermasalah terkendali dengan non-performing loan 1,49 persen.

Kinerja perbankan syariah juga mengalami peningkatan dengan; nilai aset sebesar Rp3,46 triliun, atau meningkat 15,72 persen (yoy), pembiayaan syariah juga masih menunjukkan tren positif sebesar 15,41 persen (yoy) menjadi Rp3,07 triliun dan penghimpunan dana pihak ketiga tumbuh 28, 82 persen (yoy) menjadi Rp2,19 triliun. (bid/paluekspres)

Fleksibilitas Baru Dalam Pengelolaan Infrastruktur Dihadirkan Oleh Teknologi Berbasis Cloud
Efisiensi Operasional Meningkat Berkat Teknologi Analitik Modern Dengan Pemantauan Berkelanjutan
Fondasi Baru Untuk Efisiensi Operasional Terbentuk Dari Platform Digital Modern
Adaptasi Terhadap Perubahan Teknologi Dipercepat Melalui Integrasi Kecerdasan Buatan
Pengelolaan Sistem Lebih Efektif Didukung Oleh Teknologi Pemantauan Cerdas
Stabilitas Operasional Terjaga Berkat Teknologi Digital Terintegrasi Dengan Analisis Berkelanjutan
Tantangan Transformasi Digital Dihadapi Secara Efektif Melalui Infrastruktur Modern Berbasis Analitik
Kolaborasi Dan Efisiensi Operasional Diperkuat Oleh Integrasi Teknologi Berbasis Cloud
Akurasi Evaluasi Kinerja Sistem Meningkat Berkat Platform Monitoring Digital
Ketahanan Operasional Di Era Digital Meningkat Melalui Pemanfaatan Analisis Data
Optimalisasi Pola Mahjong Ways Dilakukan melalui Algoritma Probabilistik Cerdas
Dompet Digital Mengubah Kebiasaan Transaksi dalam Ekosistem Monopoly Live
Ancaman Siber Mendorong Industri Permainan Memperkuat Keamanan Infrastruktur Digital
Digitalisasi Administrasi Pangkas Waktu Verifikasi Pengguna Live Blackjack
Perilaku Pemain Modern Dikaji melalui Model Adaptasi Strategis
Media Sosial Memperkuat Hubungan Provider dengan Komunitas Penggemar Gates of Olympus
Mahjong Wins 3 Menunjukkan Pergeseran Tren Hiburan Berbasis Teknologi Modern
Analisis Distribusi Mengungkap Kendala Penayangan Crazy Time di Berbagai Wilayah
Pemetaan Digital Memperkuat Distribusi Server serta Manajemen Trafik Lightning Roulette
Peluang Baru Industri Mahjong Indonesia Muncul dari Pergeseran Perilaku Digital