Amirudin Tamoreka

  • Whatsapp

Hari Minggu lalu, 13 Desember 2025, ia genap berusia 54 tahun. Yang membuatnya bahagia di momen ulang tahunnya adalah menerima penghargaan “Innovative Government Award” (IGA) 2025 yang digelar BSKDN Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) sebagai “Kabupaten Sangat Inovatif” di Jakarta pada 10 Desember 2025. “Ini kado terindah di akhir tahun,” ujarnya.

Ia adalah Ir. H. Amirudin Tamoreka SP,MM: Bupati Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah. Yang juga membuatnya bangga dan tersenyum sumringah karena daerah yang dipimpinnya dua periode (2021-2024) dan (2025-2030) menjadi satu-satunya penerima penghargaan bergengsi ini dari Provinsi Sulawesi Tengah.

Bagi yang belum tahu, kabupaten Banggai ibukotanya Luwuk. Pakai “K” untuk membedakan dengan daerah kabupaten di Sulawesi Selatan. Luwuk Banggai berhadapan dengan laut maluku di timur dan selat peleng di selatan, yang terhubung ke Laut Banda. Karena letak geografis itu, memperkuat posisinya sebagai wilayah maritim dan “pintu gerbang” di jazirah timur pulau Sulawesi.

“Ini adalah prestasi daerah yang kami harapkan dapat menumbuhkan semangat kebersamaan dalam mewujudkan visi-misi pembangunan Banggai. Terima kasih kepada Badan Riset dan Inovasi Daerah serta seluruh jajaran pemerintah daerah yang telah bekerja keras menghadirkan inovasi–inovasi yang berdampak bagi masyarakat,” jelasnya.

Bagi Haji Amir – begitu sang Bupati biasa disapa – bahwa capaian ini merupakan perwujudan “Gerbang Amanah”, yang mendorong terwujudnya tata kelola pemerintahan yang inovatif dan berkelanjutan di kabupaten Banggai. Prestasi ini juga menjadi bagian dari pencapaian RPJMD pada tahun pertama periode kedua pemerintahan dirinya bersama Wakil Bupati Drs. Furqanuddin Masulili, MM.

Saya pernah ke Luwuk Banggai. Namun sudah lama sekali. Terakhir beberapa tahun lalu. Banyak sekali terlihat perubahan wajahnya. Lebih bersih dan tertata rapi. Daerah ini berkembang pesat sejak sekitar 15 tahun lalu, ditemukan sumber gas di laut Banggai. Dialirkan ke daratan terdekat: Luwuk. Sebagian untuk PLN untuk pemenuhan kebutuhan listrik, sebagian besar lagi dijadikan LNG untuk diekspor ke Jepang.

Pos terkait