Sebagai Bupati, ia ingin birokrasi itu bekerja cepat ibarat pelari sprint bukan marathon. Amirudin lalu menerapkan “manajemen talenta” menjadi langkah strategis dalam membangun birokrasi yang sehat, profesional, kompeten, dan berintegritas.
Hal itu, menurutnya, sangat membantu kepala daerah dalam memperkuat sistem meritokrasi. Dengan begitu, pemerintah daerah dapat meningkatkan kualitas tata kelola pemerintahan sekaligus mendorong pelayanan publik yang lebih profesional.
Salahsatu hasil dari sistem meritokrasi ini Mohamad Ramli Tongko, aparatur sipil negara (ASN) yang berkarir dari bawah dan berjenjang dalam tugas kedinasan hingga dipercaya dan dilantik pada 29 September 2025 menjadi Sekda Kabupatan Banggai. ***
Penulis: Rusman Madjuleka (Editor dan Content Creator yang berdomisili di Jakarta






