Berkat ide bernasnya, Zalzulmida diganjar sebutan “Bunda Anak Harapan Bangsa” oleh Negara melalui Menteri Pendidikan yang datang khusus menyematkan PIN kepada Zalzulmida beberapa waktu lalu.
Kepada masyarakat tani di Donggala, ibu dua orang putera dan dua orang cucu ini mengajak mereka untuk segera mendaftarkan anak-anak mereka yang putus sekolah ke SMK terdekat. Atau melapor ke Dinas Pendidikan di Provinsi Sulteng. “Sekolah ini gratis. Negara yang akan membiayainya,” ujarnya.
Alumnus Sarjana Hukum Universitas Indonesia ini mengatakan begitu anak-anak terdaftar di SMK, nama mereka langsung terkirim ke data Kementerian Pendidikan Nasional. “Siswa akan mendapatkan Kartu Indonesia Pintar yang menjadi program Presiden Jokowi Nawacita,” tandas Zalzulmida.
Sekolah Menengah Kejuruan ini diharapkan mampu menghasilkan output yang bisa menjawab kebutuhan SDM di masyarakat. SMK ini akan dilaksanakan berdasarkan kebutuhan Sulteng. Ada jurusan Perikanan, Pertanian dan Pariwisata. Juga pertambangan, selain SMK yang sudah berdiri saat ini dengan jurusannya, mekanik dan lain-lain.
Ketiga jurusan di atas sesuai dengan kondisi kebutuhan masyarakat Sulteng yang kaya akan sumber kelautan dan perikanan serta daerah agraris. Nantinya siswa akan lebih banyak langsung belajar di lapangan. “30 persen di dalam kelas dan 70 persen menimbah ilmu terjun langsung di lapangan,” tandas Zalzulmida.
Apalagi Sulteng memiliki Kawasan Ekonomi Khusus di Palu dan Morowali yang tentunya membutuhkan tenaga kerja siap pakai. “Lulusan SMK ini nanti adalah tenaga siap pakai. Kalau tidak bekerja pada perusahaan, maka minimal mereka bisa membuka lapangan kerja untuk mereka sendiri,” tandas Zalzulmida. Sampai kata dia, tak ada lagi anak putus sekolah di Sulteng. ” Kita targetkan zero putus sekolah,” yakinnya.
(aaa/Palu Ekspres)






