Soal komitmen Zalzulmida ini disampaikan pula oleh Staf Ahli Bidang Inovasi dan Teknologi Pertanian Kementan RI, Dr Ir Mat Syukur M.S. Menurut Mat Syukur, Zalzulmida lah yang paling lugas menyatakan mendukung program Kementan RI saat rapat koordinasi Kementan dengan TP PKK se Indonesia di Hotel Bidakara Jakarta dua bulan lalu.
“Kami mengapresiasi komitmen Ketua PKK Sulteng yang saat itu dengan lugas menyatakan kesiapannya menyambut program Kementan Upsus Cabai Bawang,” ungkap Mat Syukur saat memberi sambutan.
Sebenarnya, jauh sebelum Menteri Amran Sulaiman mencanangkan gerakan menanam kepada ibu-ibu Rumah tangga, Zalzulmida bersama PKK Sulteng sudah membangun “show windows” di sebuah lahan terbuka seluas 5 Hektar yang ditanami berbagai tanaman. Lokasinya berada di tengah kota Palu, di Karajalembah.
Di area itu ditanami berbagai tanaman mulai dari cabai, tomat, terong, hingga tanaman kelor.
“Saya ingin membangunnya seperti di Bangkok (Thailand). Yang nantinya suatu saat bisa menjadi agrowisata,” ujar Zalzulmida di hadapan undangan dan petani.
Hadir pada acara itu, staf ahli Kementerian Pertanian, Mat Syukur, Kepala Balai Penelitian Tanaman Sayur (Balitsa) Kementan RI, Dr Ir Catur Hermanto MP, Kepala Dinas Ketahanan Pangan Sulteng, Abdullah K, Ketua TP PKK Sigi, serta tamu dan undangan juga petani dari beberapa kecamatan di Donggala.
Pada kesempatan itu, Zalzulmida menitip pesan melalui Staf Ahli Kementan, kepada Menteri Amran Sulaiman tentang komitmen PKK Sulteng membantu Program Kementan.
“Kami punya semangat dan motivasi yang tinggi untuk bekerja. Tapi tolong kami dibantu. Karena kami tak punya alat untuk mengelola tanah, kami juga tak punya pengetahuan yang memadai soal pertanian, tolong dibantu penyuluhan,” ujar Ketua Komisi IV DPRD Sulteng ini.
Zalzulmida juga mengingatkan bahwa pihaknya menunggu alat untuk pengolahan tanah yaitu Kultivator yang dijanjikan Mentan untuk PKK Sulteng. Kami masih menunggu kehadirannya,” ujar Ibu dua orang putera ini. Juga alat untuk membongkar semak-semak untuk membuka lahan.
Mantan Kadis Transmigrasi Donggala itu menandaskan pihaknya bisa memobilisasi PKK kabupaten terdekat bila disiapkan peralatan yang dibutuhkan. Menurut dia bila ada alat pertanian untuk PKK, Kementan bisa menitipkan alat tersebut di dinas terkait misalnya Dinas Pertanian. Dengan demikian kata dia, peralatan tersebut akan berguna bagi banyak pihak. Alat tersebut berfungsi sebagaimana mestinya.
Kepada Staf Ahli Kementan dan Kepala Balitsa,
Zalzulmida menegaskan bahwa di Sulteng masih banyak kabupaten yang bisa dikembangkan untuk pertanian. Bahkan dua kabupaten di kepulauan seperti Tojo Unauna dan Banggai Kepulauan juga memiliki lahan pertanian.






